JAKARTA, UJUNGJARI.COM — Persiapan Timnas Iran menuju Piala Dunia 2026 menghadapi kendala serius akibat persoalan administrasi.
Skuad berjuluk Team Melli dilaporkan hingga kini belum mengantongi visa masuk ke Amerika Serikat, padahal turnamen sepak bola terbesar dunia itu akan mulai bergulir pada 12 Juni 2026.
Masalah tersebut menjadi perhatian besar karena Iran dijadwalkan menjalani seluruh pertandingan fase Grup G di dua kota di Amerika Serikat, yakni Los Angeles dan Seattle.
Akibat proses pengurusan visa yang belum rampung, manajemen Timnas Iran terpaksa mengubah agenda persiapan. Pemusatan latihan yang semula direncanakan berlangsung di Tucson dialihkan ke Tijuana, kota yang berbatasan langsung dengan Amerika Serikat.
Situasi ini mendapat perhatian langsung dari Abolfazl Pasandideh yang datang meninjau kondisi tim di Tijuana. Ia mengaku hingga saat ini belum ada kepastian mengenai izin masuk bagi para pemain dan ofisial Iran.
“Kami tidak tahu apakah mereka akan memberikan visa kepada para pemain atau tidak,” ujar Pasandideh dalam konferensi pers.
Berdasarkan hasil undian, Iran tergabung di Grup G bersama Tim Nasional Belgia, Tim Nasional Mesir, dan Tim Nasional Selandia Baru.
Federasi Sepak Bola Iran sebelumnya berharap seluruh anggota tim memperoleh visa dengan fasilitas multiple entry atau izin masuk berkali-kali. Fasilitas tersebut dinilai penting untuk mempermudah mobilitas tim selama turnamen, terutama jika harus bolak-balik antara markas latihan di Meksiko dan lokasi pertandingan di Amerika Serikat.
Konflik Politik Bayangi Persiapan Team Melli
Pasandideh menilai kendala visa membuat Iran berada dalam posisi yang tidak menguntungkan dibandingkan peserta lain yang dapat mempersiapkan tim tanpa hambatan serupa.
“Kami tidak berpartisipasi di Piala Dunia dalam kondisi yang setara,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa proses administrasi tersebut tidak lepas dari ketegangan politik yang masih berlangsung antara Iran dan Amerika Serikat.
Menurutnya, situasi tersebut berdampak langsung terhadap program latihan yang telah disusun tim pelatih.
“Kami belum bisa melatih tim kami sebagaimana seharusnya,” tambahnya.
Ketegangan hubungan bilateral kedua negara disebut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi proses pengurusan dokumen perjalanan bagi delegasi Iran.
Meski demikian, pihak diplomatik Iran terus melakukan pendampingan dengan memantau langsung fasilitas latihan di Tijuana.
Perwakilan Club Tijuana yang dikutip AFP menyebutkan diplomat Iran telah berkoordinasi dengan aparat keamanan setempat guna memastikan keselamatan tim selama menjalani persiapan.
Sesuai jadwal, Iran akan membuka perjuangan di Grup G dengan menghadapi Tim Nasional Selandia Baru di Los Angeles pada 15 Juni.
Selanjutnya mereka akan menantang Tim Nasional Belgia pada 21 Juni di kota yang sama, sebelum menutup fase grup melawan Tim Nasional Mesir di Seattle pada 26 Juni 2026. (Int/drw)
