TAKALAR, UJUNGJARI – Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Takalar terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung percepatan transformasi digital di tingkat desa. Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah memberikan pendampingan teknis kepada pemerintah desa dalam mengaktifkan dan mengoptimalkan penggunaan Anjungan Digital Desa.
Pendampingan tersebut merupakan bagian dari dukungan PPDI terhadap program digitalisasi desa yang bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan publik berbasis teknologi informasi. Sejumlah desa di Kabupaten Takalar yang telah memiliki fasilitas Anjungan Digital Desa diketahui masih menghadapi sejumlah kendala teknis, terutama terkait sinkronisasi aplikasi dengan perangkat yang digunakan untuk menjalankan layanan tersebut.
Ketua PPDI Kabupaten Takalar, Nasrullah Sijaya, mengatakan bahwa keberadaan Anjungan Digital Desa merupakan inovasi penting dalam menghadirkan pelayanan publik yang lebih cepat, mudah, dan transparan bagi masyarakat. Namun, menurutnya, berbagai kendala teknis yang ditemukan di lapangan perlu segera ditangani agar manfaat layanan digital dapat dirasakan secara maksimal.
“Beberapa desa telah memiliki Anjungan Digital Desa, namun dalam pelaksanaannya masih ditemukan kendala pada sinkronisasi aplikasi dengan perangkat yang digunakan. Karena itu, PPDI Takalar hadir memberikan pendampingan teknis agar layanan digital ini dapat kembali berjalan optimal dan dimanfaatkan masyarakat,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, tim PPDI Takalar melakukan identifikasi berbagai permasalahan yang dihadapi desa, mulai dari pengecekan perangkat, pengaturan koneksi aplikasi, hingga memberikan bimbingan kepada operator desa terkait penggunaan dan pemeliharaan sistem Anjungan Digital Desa.
Langkah pendampingan ini mendapat apresiasi dari pemerintah desa yang merasa terbantu dalam mengatasi hambatan teknis yang selama ini mengganggu operasional layanan digital. Dengan berfungsinya kembali Anjungan Digital Desa, masyarakat diharapkan dapat mengakses berbagai layanan administrasi secara lebih mudah, mandiri, dan efisien tanpa harus menunggu proses manual yang memakan waktu.
Nasrullah menegaskan, digitalisasi desa tidak hanya berhenti pada penyediaan perangkat dan aplikasi, tetapi juga harus diikuti dengan penguatan kapasitas sumber daya manusia yang mengelolanya.
“Digitalisasi desa bukan hanya tentang penyediaan perangkat, tetapi juga memastikan perangkat tersebut dapat digunakan secara maksimal untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, PPDI Takalar akan terus hadir memberikan pendampingan kepada desa-desa yang membutuhkan,” tegasnya.
Melalui pendampingan berkelanjutan tersebut, PPDI Kabupaten Takalar berharap transformasi digital di desa dapat berjalan lebih efektif, sekaligus mendorong terwujudnya tata kelola pemerintahan desa yang modern, responsif, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat. (*)
