MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Banyak pelaku UMKM menjalankan usaha setiap hari tanpa mengetahui secara pasti berapa keuntungan yang sebenarnya mereka peroleh.
Menjawab tantangan tersebut, mahasiswa peserta pengabdian masyarakat menggelar kegiatan “Edukasi Manajemen Keuangan: Penentuan HPP dan BEP Berbasis Bahan Baku Lokal” di Pangkalan LPG Lukman Hamma, Jalan Tamangapa Raya No. 3, Jumat (29/5/2026).
Kegiatan ini menjadi langkah nyata untuk membantu pelaku usaha memahami kondisi keuangan bisnisnya secara lebih mendalam melalui perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP) dan Break Even Point (BEP) atau titik impas usaha.
Pemahaman tersebut dinilai penting agar pelaku UMKM tidak hanya fokus pada penjualan, tetapi juga mampu mengukur efisiensi dan profitabilitas usahanya.
Dalam pendampingan yang berlangsung selama satu hari tersebut, peserta diberikan edukasi mengenai cara menghitung biaya produksi secara tepat, menentukan harga jual yang kompetitif, serta mengetahui target penjualan minimum agar usaha dapat mencapai keuntungan yang diharapkan.
Selain membahas aspek keuangan, kegiatan juga menghadirkan diskusi mengenai strategi peningkatan kapasitas usaha dan inovasi berbasis potensi lokal yang dapat diterapkan untuk mendukung pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan di tengah persaingan yang semakin dinamis.
Program pengabdian ini melibatkan mahasiswa yang terdiri atas Aisyah Octaviana, Aurelia Dwi Putri, Cheryl Evangeline Tanrian, Egidya Rosario Manggoa, dan Noor Uttami Vibhavianca Henra. Kegiatan turut didampingi oleh dosen mata kuliah Cost of Accounting, Dr. Salmah Sharon, SE., M.Si., Ak., CA., CSRS., CSRA.
Pendampingan diberikan kepada Pangkalan LPG Lukman Hamma yang dikelola oleh Aghyl Pramudya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan pelaku UMKM semakin mampu mengambil keputusan bisnis berdasarkan perhitungan yang tepat, sehingga usaha yang dijalankan dapat berkembang lebih sehat, efisien, dan berkelanjutan.
Kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa penguatan kapasitas UMKM tidak selalu harus melalui tambahan modal, tetapi juga melalui peningkatan literasi keuangan yang menjadi fondasi penting dalam membangun usaha yang tangguh dan berdaya saing. (rhm)
