Site icon Ujung Jari

Minyak Goreng Mahal dan Langka di Retail Soppeng, Warga Keluhkan Pasokan Menipis

SOPPENG, UJUNGJARI.COM – Harga minyak goreng di Kabupaten Soppeng mengalami kenaikan dan mulai sulit ditemukan di sejumlah toko retail.

Selain harganya yang menembus rata-rata Rp23.000 per liter, stok di berbagai gerai juga dilaporkan terbatas bahkan kosong dalam beberapa hari terakhir.

Pantauan Ujungjari.com di sejumlah toko retail di Soppeng, Sabtu (7/6/2026), menunjukkan rak khusus minyak goreng banyak yang kosong. Petugas toko mengaku pasokan dari distributor belum masuk dalam beberapa hari terakhir.

“Kalaupun ada kiriman, jumlahnya sangat terbatas dan hanya merek tertentu. Tidak seperti biasanya yang stoknya lengkap,” ujar salah seorang petugas toko.

Kelangkaan minyak goreng ini mulai dirasakan masyarakat. Fitri, warga Kecamatan Liliriaja, mengaku kesulitan mendapatkan merek minyak goreng yang biasa dibelinya untuk kebutuhan rumah tangga.

“Biasanya mudah didapat, sekarang raknya kosong. Jadi bukan cuma mahal, barangnya juga susah dicari. Bukan hanya minyak goreng, beberapa kebutuhan dapur lainnya juga ikut naik,” katanya.

Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat karena minyak goreng merupakan salah satu kebutuhan pokok yang digunakan setiap hari. Warga berharap pemerintah bersama distributor segera mengambil langkah untuk memastikan pasokan kembali normal.

Sejumlah warga menduga kenaikan harga dan terbatasnya ketersediaan bahan pokok dipengaruhi berbagai faktor, termasuk tekanan terhadap nilai tukar rupiah yang berdampak pada biaya distribusi dan harga barang di pasaran.

Masyarakat berharap Perum Bulog, distributor, dan instansi terkait dapat segera melakukan intervensi pasar serta memastikan distribusi berjalan lancar agar harga minyak goreng kembali stabil dan mudah diperoleh oleh masyarakat.

Dengan kondisi saat ini, warga berharap pemerintah daerah terus memantau perkembangan harga dan ketersediaan bahan pokok guna mencegah terjadinya kelangkaan yang lebih luas menjelang meningkatnya kebutuhan masyarakat. (Daus)

Exit mobile version