Site icon Ujung Jari

Kepala BPOM Taruna Ikrar Gandeng Pemda dan UMKM Lewat Program IDAMAN untuk Perkuat Ekosistem Jamu Nasional

SEMARANG,UJUNGJARI.COM – Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI), Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D., secara resmi meluncurkan Program Indonesia Sadar Jamu Aman (IDAMAN) dalam acara Kick Off yang berlangsung di Aula Gradhika Gubernuran Jawa Tengah, Selasa (9/6/2026).

Kegiatan ini dihadiri Wakil Gubernur Jawa Tengah H. Taj Yasin Maimoen mewakili Gubernur Jawa Tengah, unsur Forkopimda, kepala daerah, akademisi, pelaku usaha, tenaga kesehatan, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Peluncuran Program IDAMAN menjadi momentum penting dalam memperingati Hari Jamu Nasional yang diperingati setiap 27 Mei.

Menurut Taruna Ikrar, jamu tidak hanya merupakan produk kesehatan tradisional, tetapi juga warisan budaya bangsa yang telah mendapatkan pengakuan dunia sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO pada 6 Desember 2023.

“Pengakuan UNESCO menjadi peluang besar bagi Indonesia untuk mengangkat jamu sebagai produk kesehatan modern yang aman, bermutu, berkhasiat, dan mampu bersaing di pasar global. Jamu adalah identitas budaya bangsa sekaligus kekuatan ekonomi rakyat yang harus kita jaga bersama,” ujar Taruna Ikrar.

Ia menjelaskan bahwa sejarah penggunaan obat tradisional di Indonesia telah berlangsung sangat panjang. Berbagai penelitian menunjukkan praktik pemanfaatan tanaman obat telah dilakukan masyarakat Nusantara sejak puluhan ribu tahun lalu.

Saat ini, Indonesia memiliki kekayaan luar biasa berupa lebih dari 10.000 ramuan tradisional dan hampir 20.000 jenis tanaman obat yang terdokumentasi melalui Riset Tanaman Obat dan Jamu (Ristoja).

Dari sisi industri, sektor obat bahan alam terus menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Data BPOM mencatat terdapat 141 Industri Obat Bahan Alam (IOBA), 19 Industri Ekstrak Obat Bahan Alam (IEBA), 360 Usaha Mikro Obat Bahan Alam (UMOBA), 744 Usaha Kecil Obat Bahan Alam (OKOBA), serta lebih dari 10.000 perajin jamu tradisional di seluruh Indonesia.

Tingginya potensi tersebut juga didukung oleh tingginya tingkat konsumsi masyarakat. Survei Kesehatan Indonesia 2023 menunjukkan sekitar 36,9 persen masyarakat menggunakan obat tradisional, termasuk jamu.

Meski demikian, Taruna Ikrar mengingatkan bahwa potensi besar tersebut masih menghadapi tantangan serius.

Pengawasan BPOM sepanjang tahun 2025 menemukan 206 produk dari 11.654 sampel obat bahan alam dan suplemen kesehatan positif mengandung Bahan Kimia Obat (BKO).

Selain itu, patroli siber BPOM juga menemukan lebih dari 39 ribu tautan penjualan produk obat bahan alam ilegal atau tidak memenuhi ketentuan.

“Temuan ini menunjukkan bahwa perlindungan masyarakat harus terus diperkuat. Jamu yang aman dan berkualitas hanya dapat diwujudkan melalui kolaborasi seluruh pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, akademisi, tenaga kesehatan, pelaku usaha hingga masyarakat,” tegasnya.

Sebagai respons atas tantangan tersebut, BPOM menginisiasi Program Indonesia Sadar Jamu Aman (IDAMAN).

Program ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha sekaligus memperkuat literasi masyarakat mengenai keamanan, mutu, dan khasiat jamu.

Melalui program ini, pelaku usaha jamu, UMKM obat bahan alam, jamu gendong, jamu racik, hingga sarana distribusi akan mendapatkan pendampingan agar mampu memenuhi standar yang ditetapkan.

Di sisi lain, masyarakat akan diberdayakan melalui pembentukan kader keamanan jamu yang bertugas memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat.

Program IDAMAN akan dilaksanakan secara bertahap di 514 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia.

Pada tahun 2026, implementasi awal difokuskan pada lima daerah, yakni Kota Semarang, Kota Surakarta, Kota Yogyakarta, Kabupaten Sukoharjo, dan Kabupaten Bantul. Setiap wilayah akan mengembangkan desa percontohan sebagai model penguatan ekosistem jamu aman berbasis masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Taruna Ikrar juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan pemerintah kabupaten/kota yang telah mendukung penguatan pengawasan obat dan makanan di daerah.

Saat ini BPOM memiliki lima Unit Pelaksana Teknis (UPT) di Jawa Tengah dan tengah mempersiapkan pembentukan UPT baru di Kabupaten Purworejo dan Kabupaten Pati guna memperluas jangkauan pelayanan dan pengawasan.

Menurut Taruna Ikrar, Program IDAMAN diharapkan berkembang menjadi gerakan nasional yang berkelanjutan, tidak hanya menjaga keamanan dan mutu jamu, tetapi juga memperkuat ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan UMKM berbasis obat bahan alam.

“Jamu adalah warisan bangsa yang harus dilestarikan. Dengan Program IDAMAN, kita ingin membangun masyarakat yang sadar, cerdas, dan mandiri dalam memilih jamu yang aman, sekaligus menjadikan jamu Indonesia semakin berdaya saing di tingkat global,” pungkasnya.

Dalam acara launching Program Indonesia Sadar Jamu Aman (IDAMAN), Taruna didampingi jajaran pejabat eselon 1 BPOM.

Di antaranya Irjen Pol Jayadi, Sekretaris utama, Mohamad Kashuri Deputi 2 Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik (OTSKK), Yan setiadi inspektur utama, Irjen Pol Tubagus Ade Hidayat deputi 4 Bidang Penindakan Badan Pengawas Obat dan Makanan, staf khusus Kepala BPOM RI Wachyudi Muchsin beserta jajaran pejabat BPOM lainnya.

Exit mobile version