MAKASSAR, UJUNGJARI.COM – Tim bakal calon Ketua Umum PBSI Makassar, Prof Amir Ilyas, resmi mengambil formulir pendaftaran di Sekretariat Panitia Musyawarah Kota (Muskot) PBSI Makassar di GOR MBC Borong, Makassar, Kamis (11/6).
Rombongan tiba sekitar pukul 13.00 Wita dan diterima langsung oleh Ketua Tim Penjaringan, Rizal Ashajad, didampingi Ketua Steering Committee (SC) Muskot PBSI Makassar, Dr. Nadhar.
Tim bakal calon dipimpin H. Dinar, didampingi H Mawardi, Muh Rivai, bersama sejumlah perwakilan klub pendukung yang hadir memberikan dukungan terhadap pencalonan Prof Amir Ilyas.
Ketua Tim Penjaringan, Rizal Ashajad, mengatakan pengambilan formulir oleh tim Prof Amir Ilyas menjadi bagian dari tahapan penjaringan yang sedang berlangsung dan terbuka bagi seluruh bakal calon yang memenuhi persyaratan.
“Tim penjaringan menerima kedatangan tim Prof Amir Ilyas untuk mengambil formulir pendaftaran. Selanjutnya, formulir yang telah diambil agar segera dilengkapi sesuai persyaratan yang telah ditetapkan dan dikembalikan kepada panitia dalam batas waktu yang telah ditentukan,” ujar Rizal.
Ia menegaskan, panitia berkomitmen menjalankan proses penjaringan secara profesional, transparan, dan memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh bakal calon yang ingin berkompetisi dalam Muskot PBSI Makassar.
“Kami berharap seluruh tahapan berjalan lancar dan semua pihak dapat mengikuti proses sesuai aturan yang berlaku. Panitia akan bekerja secara netral dan profesional demi suksesnya pelaksanaan Muskot PBSI Makassar,” tambahnya.
Pengambilan formulir tersebut menandai keseriusan Prof Amir Ilyas untuk maju dalam pemilihan Ketua Umum PBSI Makassar periode mendatang.
Setelah mengambil formulir, tim bakal calon akan melengkapi berbagai persyaratan administrasi sebelum batas akhir pendaftaran yang telah ditetapkan panitia.
Muskot PBSI Makassar sendiri menjadi agenda penting dalam menentukan kepemimpinan organisasi bulutangkis Kota Makassar untuk periode berikutnya. Dukungan dari klub-klub anggota diperkirakan akan menjadi faktor penentu dalam proses pemilihan nantinya. (drw)
