Site icon Ujung Jari

Cetak Sejarah! Luwu Timur Jadi yang Pertama di Indonesia Siapkan Reward Khusus Petugas Sensus Ekonomi 2026

MALILI,UJUNGJARI.COM – Pemerintah Kabupaten Luwu Timur mengukir sejarah baru dalam mendukung satu data Indonesia.

Di bawah komando Bupati, Irwan Bachri Syam, Luwu Timur menjadi kabupaten pertama di Indonesia yang secara resmi menyiapkan reward atau penghargaan khusus bagi Petugas Sensus Ekonomi (SE) 2026 terbaik di setiap kecamatan.

Langkah berani ini diambil demi menggaransi lahirnya data ekonomi yang akurat, valid, dan berkualitas tinggi.

​Komitmen besar tersebut ditegaskan langsung oleh Bupati Irwan Bachri Syam saat memimpin Apel Siaga dan Pencanangan Sensus Ekonomi 2026 di halaman Kantor Bupati Luwu Timur pada Jumat (12/6/2026).

​Acara krusial ini turut dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah, Kepala OPD, para Camat, Lurah, Kepala Desa se-Kabupaten, serta 268 Petugas Sensus Ekonomi 2026 yang siap diterjunkan ke lapangan.

Kompas Pembangunan & Fondasi Kebijakan

​Dalam amanatnya, Bupati Luwu Timur menekankan bahwa data bukan lagi sekadar pelengkap administratif, melainkan fondasi utama dalam merumuskan kebijakan publik. Hal ini selaras dengan arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

​”Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi kompas pembangunan yang sangat berharga bagi masa depan daerah. Data yang dihasilkan akan memotret secara utuh kekuatan ekonomi Luwu Timur, mulai dari sektor pertambangan, perkebunan unggulan seperti lada dan sawit, hingga aktivitas UMKM yang menjadi penggerak ekonomi masyarakat di desa-desa,” ujar Bupati Irwan.

​Ia menambahkan, akurasi data SE2026 akan menjadi instrumen vital dalam mempertajam arah pembangunan daerah, khususnya dalam memperluas lapangan kerja, mengentaskan kemiskinan, dan mengejar target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Luwu Timur.

Instruksi Tegas Bupati: Kawal Petugas Sensus!

​Menyadari besarnya skala agenda ini, Bupati menegaskan bahwa kesuksesan SE2026 bukan semata-mata beban Badan Pusat Statistik (BPS), melainkan tanggung jawab kolektif Pemerintah Kabupaten Luwu Timur.

​Ia menginstruksikan seluruh jajaran birokrasi—mulai dari Sekda hingga Kepala Desa—untuk memberikan dukungan total secara inklusif di lapangan.

​”Kita harus memastikan para petugas sensus dapat bekerja dengan baik, diterima oleh masyarakat, serta mendapatkan dukungan yang diperlukan selama menjalankan tugas di lapangan,” cetus Bupati di hadapan peserta apel.

​Kepada 268 petugas sensus, Bupati berpesan agar menjaga integritas, profesionalisme, dan kejujuran. Sebagai bentuk apresiasi dan pemantik motivasi, Pemkab Luwu Timur telah mengunci kebijakan pemberian penghargaan bagi Petugas Pendata Lapangan (PPL) dan Pemeriksa Lapangan (PML) terbaik di tiap-tiap kecamatan pada akhir pelaksanaan sensus nanti.

Apresiasi BPS: Langkah Luar Biasa dan Pertama di Indonesia

​Langkah progresif Pemkab Luwu Timur ini langsung mendapat apresiasi tinggi dari Badan Pusat Statistik. Kepala BPS Kabupaten Luwu Timur, Abdullah Pannu, mengaku kagum atas keberanian dan kepedulian konkret sang Bupati terhadap kualitas data.

​”Ini merupakan langkah yang sangat luar biasa dan menjadi yang pertama yang kami ketahui di Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa Pemerintah Kabupaten Luwu Timur benar-benar peduli terhadap kualitas data dan memahami bahwa data yang berkualitas akan menghasilkan kebijakan yang berkualitas pula,” puji Abdullah.

​Abdullah optimistis, sinergi dan suntikan energi positif dari pemda ini akan memacu adrenalin para petugas untuk bekerja optimal dan jujur di lapangan.

​”Dengan kolaborasi yang kuat antara BPS, pemerintah daerah, petugas sensus, pelaku usaha, dan masyarakat, kami optimistis Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Luwu Timur dapat berjalan lancar, sukses, dan menghasilkan data berkualitas untuk mendukung terwujudnya Luwu Timur JUARA Maju dan Sejahtera,” pungkasnya optimis. (bs)

Exit mobile version