MAKASSAR,UJUNGJARI.COM–Tahapan pemilihan Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) pascapemberhentian Prof Dr Karta Jayadi belum juga dimulai. Akan tetapi isu suksesi kepemimpinan di kampus bekas IKIP Makassar itu sudah ramai dibincangkan di ruang publik.
Beberapa figur juga santer disebut-sebut akan bertarung. Mereka antara lain mantan Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK), Prof Hasmyati, Dekan FMIPA, Prof Suwardi Annas, Wakil Rektor bidang Akademik, Prof Dr Aslinda, Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan, Dr Arifin Manggau, Direktur Pascasarjana, Prof Dr Andi Muhammad Idkhan, Prof Eko Hadi Sudjiono, dan sejumlah nama lainnya.
Alumni UNM, Drs Aldin Bulen, SH, MH menanggapi beberpa figur yang bakal maju dalam pemilihan rektor UNM. Pria yang kini berprofesi sebagai advokat itu menyebut figur yang disebut-sebut akan maju itu memang memiliki kompetensi dan kapasitas manajerial dalam memimpin UNM.
“Semua nama yang beredar itu kapasitas dan kompetensinya tidak diragukan lagi. Semuanya juga memiliki pengalaman manajerial yang sudah lebih dari cukup,” kata alumni Pendidikan Psikologi dan Bimbingan itu.
Aldin menambahkan dalam setiap pemilihan rektor di perguruan tinggi, suara 35 persen menteri sering menjadi momok dan biang persoalan. Kadang-kadang hasil pemilihan suara di internal senat hasilnya berubah drastis setelah masuk suara menteri.
“Ini juga terjadi pada pemilihan rektor UNM 2024 lalu,” kata Aldin.
Ketua Kongres Advokat Indonesia (KAI) Kota Makassar ini berharap pada pemilihan rektor UNM kali ini suara menteri lebih proporsional. Artinya, 35 persen suara menteri itu tidak diberikan sepenuhnya pada satu calon melainkan didistribusikan kepada seluruh kandidat.
“Menteri juga perlu mempertimbangkan aspirasi dan suara senat yang lebih tahu situasi dan kondisi kampus dan masing-masing kandidat,” tambah Aldin. (lim)
