SINJAI, UJUNGJARI.COM– Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sinjai terus memantapkan peran kelembagaannya dalam menjamin ketepatan sasaran program pemerintah serta percepatan pembangunan di wilayah pedesaan. Langkah konkret ini diwujudkan melalui pelaksanaan Reses Masa Sidang II Tahun 2026 yang dijadikan instrumen strategis untuk menyerap dinamika sosial dan kebutuhan riil masyarakat.
Komitmen tersebut ditunjukkan oleh Anggota DPRD Kabupaten Sinjai, Zainal A. Hasnur, saat menggelar temu konstituen di Akkitangessoe, Dusun Alekanrung, Desa Kanrung, Kecamatan Sinjai Tengah. Forum yang dihadiri oleh jajaran perangkat dusun, ketua RT, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta keterwakilan pemuda dan perempuan ini menjadi ruang evaluasi dan penyaluran aspirasi pembangunan daerah.
Dalam dialog tersebut, perhatian legislatif tertuju pada keluhan masyarakat mengenai tata kelola penyaluran bantuan sosial yang mengacu pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Warga menilai indikator pembagian desil dalam sistem pendataan tersebut belum sepenuhnya akurat dan adaptif terhadap kondisi riil di lapangan, sehingga memerlukan pengawasan dan evaluasi berkala dari pihak DPRD agar tidak memicu ketimpangan sosial.
Selain masalah bantuan sosial, masyarakat juga menaruh harapan besar pada konsistensi DPRD dalam mengawal infrastruktur konektivitas antardesa. Akses jalan pada ruas jalan Bongkong–Caile, Caile–Topala, serta Bontopenno–Mattunreng Tellue menjadi usulan utama yang disuarakan warga untuk mendongkrak roda perekonomian.
Merespons hal tersebut, Zainal A. Hasnur menegaskan bahwa perjuangan untuk pemenuhan infrastruktur mendasar ini telah menjadi prioritas perjuangannya di parlemen sejak enam tahun lalu atau pada periode pertamanya di DPRD Sinjai dan akan terus dikawal hingga terealisasi sepenuhnya.
Di sektor penunjang lainnya, warga memberikan apresiasi atas konsistensi program sektor pendidikan berupa Program Indonesia Pintar (PIP) yang terus mengalir melalui jalur aspirasi setiap tahunnya. Sejalan dengan itu, kelompok tani setempat juga menitipkan usulan pengadaan bibit porang, penyediaan fasilitas air bersih, serta pemenuhan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) untuk menggenjot produktivitas lahan.
DPRD Sinjai memastikan seluruh catatan, masukan, dan keluhan yang dihimpun dalam masa reses ini akan diformulasikan ke dalam dokumen pokok-pokok pikiran dewan untuk diperjuangkan dalam rapat kerja bersama eksekutif.
“Reses merupakan kesempatan bagi kami untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat. Seluruh aspirasi yang disampaikan akan kami kawal dan perjuangkan demi pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Zainal A. Hasnur. (ADV)
