Site icon Ujung Jari

Dari Kampus UBAYA, Taruna Ikrar Ajak Mahasiswa Menjadi Penggerak Perubahan Bangsa

SURABAYA,UJUNGJARI.COM – Kunjungan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI), Prof. Dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D., ke Universitas Surabaya (UBAYA) menjadi momentum strategis dalam memperkuat sinergi antara dunia pendidikan, pemerintah, dan sektor industri guna mencetak generasi muda yang inovatif, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan global.

Dalam kunjungan tersebut, Taruna Ikrar didampingi Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) BPOM RI dr. Elfi Ikrar, Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan BPOM RI Dra. Elin Herlina, Apt., M.P., Staf Khusus Kepala BPOM RI Nor Andi Arina Wati Arsyad dan dr. Wachyudi Muchsin, S.Ked., S.H., M.Kes., C.Med., Tim Ahli Kepala BPOM RI Prof. dr. Andi Armyn Nurdin dan Akbar Emdra, para Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama BPOM RI, serta jajaran Balai Besar POM di Surabaya.

Kehadiran lengkap jajaran pimpinan BPOM RI tersebut tidak hanya mencerminkan dukungan institusi terhadap penguatan peran perguruan tinggi, tetapi juga menjadi wujud nyata komitmen BPOM dalam membangun ekosistem kolaborasi yang erat antara akademisi, dunia usaha, dan pemerintah melalui pendekatan Academic-Business-Government (ABG).

Rektor Universitas Surabaya, Dr. Benny Lianto, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Kepala BPOM RI Prof. Dr. Taruna Ikrar dalam kegiatan akademik yang mempertemukan dunia pendidikan, pemerintah, dan generasi muda untuk membahas masa depan Indonesia berbasis inovasi, ilmu pengetahuan, dan karakter kebangsaan.

Menurut Benny Lianto, kehadiran Taruna Ikrar memberikan inspirasi sekaligus wawasan yang sangat berharga bagi mahasiswa dan sivitas akademika UBAYA.

Ia menilai pengalaman Taruna Ikrar sebagai ilmuwan, regulator, dan pemimpin nasional menjadi contoh nyata bahwa ilmu pengetahuan dapat menjadi instrumen penting dalam mendorong kemajuan bangsa serta meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Taruna Ikrar menegaskan bahwa kemajuan bangsa tidak dapat dicapai hanya oleh satu pihak. Perguruan tinggi, industri, dan pemerintah harus berjalan bersama untuk melahirkan inovasi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

“Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah dan bonus demografi yang besar. Tugas kita adalah menghubungkan ilmu pengetahuan, riset, dan teknologi dengan kebutuhan industri serta kebijakan pemerintah agar menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Taruna Ikrar.

Suasana hangat dan penuh antusiasme mewarnai dialog antara Kepala BPOM RI dan sivitas akademika UBAYA. Kehadiran ilmuwan Indonesia yang kiprahnya diakui di tingkat internasional tersebut menjadi inspirasi bagi mahasiswa untuk berani bermimpi besar, berinovasi, serta mengambil peran strategis dalam pembangunan bangsa.

Taruna Ikrar juga mengajak generasi muda untuk tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi menjadi pencipta lapangan kerja melalui inovasi, riset, dan kewirausahaan berbasis ilmu pengetahuan.

Menurutnya, masa depan Indonesia sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang memiliki karakter, integritas, daya saing, dan semangat pengabdian kepada masyarakat.

Senada dengan semangat kolaborasi tersebut, Mr. Kim, Co-Founder PT Nose Herbal Indo, menilai Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pusat pengembangan industri kesehatan dan produk herbal dunia berkat kekayaan biodiversitas yang dimiliki.

“Mahasiswa Indonesia memiliki kreativitas dan semangat yang luar biasa. Jika potensi tersebut dipadukan dengan riset yang kuat, dukungan industri, serta kebijakan pemerintah yang progresif, Indonesia dapat menjadi salah satu pusat inovasi kesehatan dan herbal terkemuka di kawasan Asia,” ujar Mr. Kim.

Kunjungan ini sekaligus menegaskan komitmen BPOM RI dalam mendorong hilirisasi hasil riset perguruan tinggi agar mampu menghasilkan produk inovatif yang bernilai tambah tinggi, meningkatkan daya saing nasional, serta membuka peluang investasi dan lapangan kerja baru.

Melalui penguatan kolaborasi ABG, BPOM RI optimistis Indonesia mampu melahirkan lebih banyak inovator muda, peneliti unggul, dan wirausahawan berbasis teknologi yang akan menjadi penggerak utama menuju terwujudnya Indonesia Emas 2045.

Exit mobile version