Site icon Ujung Jari

Optimalisasi PAD, Perumda Air Minum Tirta Jeneberang Kerahkan 40 Personel Penagihan

GOWA, UJUNGJARI.COM — Meski Perumda Air Minum Tirta Jeneberang Kabupaten Gowa merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) berkategori paling sehat setelah mampu menyerahkan dividen ke Pemkab Gowa sebesar Rp3,4 miliar di awal tahun 2026 ini, namun bukan berarti manajemen Perumda Air Minum berleha-leha begitu saja.

Justru dengan kondisi berlaba tinggi, Perumda yang mengelola air bersih ini makin mengoptimalisasi pemasukan PAD (Pendapatan Asli Daerah). Salah satu cara yang dilakukan adalah mengerahkan 40 karyawan untuk melakukan penagihan ke pelanggan.

Penagihan ini mulai dilakukan pada Jum’at (12/6) pekan kemarin dan akan berlangsung hingga Desember 2026 ini atau selama enam bulan kedepan.

Manajemen Perumda Air Minum Tirta Jeneberang yakin dengan dilakukannya penagihan piutang ke pelanggan, maka omzet besar akan masuk jika intens dan optimal dilakukan.

Plt Direktur Utama (Dirut) Perumda Air Minum Tirta Jeneberang Irianto Razak kepada ujungjari.com di ruang kerjanya pada Rabu (17/6) siang mengatakan, saat ini pihaknya mulai menggencarkan penagihan dengan mengerahkan 40 petugas penagihan (karyawan).

Penagihan ini mulai dilakukan Jum’at pekan kemarin dan per minggu akan dilakukan evaluasi. Kegiatan ini akan rutin dilakukan hingga akhir Desember tahun ini.

“Iya ada 40 petugas yang kita turunkan dengan target seluruh wilayah kerja Perumda Tirta Jeneberang (semua IKK). Kita genjot itu dan akan dievaluasi setiap Jum’at. Kita tidak pasang target, yang jelas tim penagihan ini akan bekerja maksimal. Pada evaluasi nanti, kita akan evaluasi apa yang menjadi kelebihan dan kekurangan karyawan dalam penagihan tersebut. Namun kita tekankan, penagihan harus dilakukan dengan humanis, sopan dan beretika, ” jelas Irianto.

Irianto yang juga adalah Direktur Teknik Perumda Air Minum Tirta Jeneberang ini mengatakan, selama kegiatan penagihan berjalan, dirinya selaku pimpinan tidak tinggal diam. Dia akan turun langsung mendampingi petugas penagihan, selain melakukan pengawasan langsung terhadap kinerja karyawan penagih, dirinya juga secara langsung melihat kondisi riil lapangan.

Alasannya, kata Ketua Umum FKPPI Gowa ini, karena dirinya tidak mau hanya menerima laporan dari karyawan semata. Dan karyawan yang menagih akan terbackup langsung jika menemukan kendala.

“Saya turun langsung ke lapangan jadi tidak hanya menerima laporan. Para karyawan juga akan merasa Bersemangat karena pimpinan saja mau berpanas-panasan di lapangan karena itu, saya turun dampingi karyawan. Cara mendampingi pun secara acak tanpa menginformasikan kepada kepala IKK atau kepala unitnya. Cara penagihan juga kita ubah polanya jadi tidak monoton dan agar karyawan tidak bosan kita aturkan jadwal penagihannya, yaa ada jedah lah. Jadi kita ingin karyawan eksis menagih dengan enjoy dan tentunya harus tetap humanis dan sopan saat menemui pelanggan bermasalah, ” ungkap Irianto.

Dikatakannya, untuk bisa mendapatkan hasil maksimal, maka tidak boleh setengah-setengah. Harus dilakukan secara terus-menerus, konsisten dan kontinyu.

Menurut Irianto, pengaturan penagihan dan evaluasi mingguan akan dilakukan sehingga hasil penagihan bisa terukur.

“Misalnya evaluasi minggu pertama, kedua bagaimana, atau selama Juni, Juli, Agustus, September, Oktober, Nopember hingga Desember. Jadi semua bisa terukur. Penagihan ini juga adalah survei langsung, siapa tahu ada kebocoran pipa di jalan, atau ada yang mencaplok jalur, jaringan atau sambungan pelanggan tanpa sepengetahuan Perumda. Yaa illegal connection. Karena hal ini menjadi salah satu penyebab kebocoran. Baik kebocoran air bersih juga kebocoran suplay air yang mungkin selama ini tidak kita ketahui karena ulah oknum tidak bertanggung jawab dan itu banyak terjadi dan menjadi kecolongan kita. Begitu juga pelanggan yang menunggak berbulan-bulan maka akan diputus sambungan airnya,” tandas Irianto.

Yang jelas kata Irianto, selama ini pihak manajemen juga mulai melakukan evaluasi kepada karyawan mana yang betul-betul bekerja mana yang tidak. Mana yang jujur mana yang tidak.

Menurut Plt Dirut, Perumda ini adalah perusahaan berbasis profit oriented (berorientasi pada keuntungan) sehingga seluruh karyawan harus mengutamakan kejujuran dan kinerja.

“Saya pernah menyampaikan saat apel bahwa saya tidak akan pernah salah menilai kinerja. Itu menjadi komitmen saya. Sekarang tidak boleh lagi menilai seseorang berdasarkan kedekatan personal, apakah dia karyawan lama atau karyawan baru atau keluarga. Yang kita lihat adalah profesionalisme dan kinerjanya. Bagaimana dia menjalankan tugas dan tanggung jawab yang diberikan. Tidak ada lagi sistem berdasarkan hubungan keluarga atau kedekatan. Siapa pun yang mampu bekerja dengan baik dan menjalankan tanggung jawab secara benar, tentu akan mendapat apresiasi. Reward itu bagian dari evaluasi dan promosi, ” tandas Plt Dirut Perumda Air Minum Tirta Jeneberang. –

Exit mobile version