Site icon Ujung Jari

Tidak Tergantung Daerah Lain, Luwu Timur Kini Menuju Daerah Mandiri Pangan

​MALILI,UJUNGJARI.COM — Pemerintah Kabupaten Luwu Timur (Lutim) tampaknya tidak main-main dalam urusan perut rakyatnya. Ogah terus-menerus bergantung pada pasokan pangan dari daerah tetangga, Bumi Batara Guru kini tengah tancap gas memperkuat kemandirian pangan lokal melalui revolusi besar-besaran di sektor pertanian dan perikanan.

​Langkah strategis ini bukan sekadar mengejar angka produksi, melainkan sebuah perombakan menyeluruh—mulai dari modernisasi alat, pembangunan infrastruktur jalur logistik, hingga penguatan kesejahteraan para “pahlawan pangan” di sawah dan laut.

​Menolak Pasrah pada Tantangan Zaman

​Kepala Bapperida Luwu Timur, Kamal Rasyid, menegaskan bahwa kemandirian pangan telah dikunci sebagai salah satu prioritas tertinggi pembangunan daerah. Menghadapi ketidakpastian iklim dan tantangan sektor agraris, Lutim memilih untuk berdikari.

​”Pendekatan yang kita lakukan tidak hanya pada peningkatan hasil produksi, tetapi juga memperkuat infrastruktur, teknologi, kapasitas sumber daya manusia, serta dukungan terhadap sektor-sektor pendukung lainnya,” ujar Kamal.

​”Karpet Merah” untuk Petani: Irigasi Kokoh, Jalan Mulus

​Salah satu kendala klasik petani adalah air yang macet dan akses jalan yang rusak. Menjawab tantangan ini, sepanjang tahun 2025 Pemkab Lutim telah membentangkan “karpet merah” bagi para petani. Sepanjang ​3.149 Meter Jaringan Irigasi Tersier, dibangun dan direhabilitasi untuk memastikan aliran air ke sawah-sawah sentra pertanian tetap lancar.

Dan sepanjang 56,4 Kilometer Jalan Usaha Tani dari 98 unit jalan produksi dibuka di 11 kecamatan. Kini, distribusi hasil panen tak lagi terkendala jalur berlumpur.

​Tak sampai di situ, modernisasi pertanian juga digenjot lewat bagi-bagi mesin tempur pertanian (alsintan) modern, mulai dari combine harvester, traktor roda empat dan dua, rice transplanter, hingga cultivator. Efeknya jelas, kerja lebih cepat, biaya produksi bisa ditekan seminimal mungkin.

​Target Ambisius 2026: Lompatan Ratusan Ribu Ton Padi

​Kerja keras tersebut mulai membuahkan hasil manis. Sepanjang tahun 2025, data mencatat performa panen Lutim cukup impresif yakni,​Produksi Padi mencapai 184.675 ton dan ​produksi jagung tercatat sebanyak 22.926 ton. ​Namun, Pemkab Lutim belum puas.

Pada tahun 2026 ini, Lutim membidik target fantastis seperti, produksi padi harus menembus angka 250.000 ton. Untuk mengawal target ini, kapasitas SDM ikut di-upgrade. Sebanyak 50 petani dan penyuluh telah digembleng dalam pelatihan kompetensi agar lebih melek teknologi pertanian terbaru.

​Lautan Harapan: Sektor Perikanan Ikut Unjuk Gigi

​Kemandirian pangan tak lengkap tanpa asupan protein. Oleh karena itu, wilayah pesisir Luwu Timur juga ikut bersolek melalui dukungan besar yang mengalir bagi para pembudidaya rumput laut dan nelayan tradisional.

​Untuk sektor budidaya rumput laut, jika pada tahun 2025 lalu ada 10 kelompok yang menerima bantuan, maka pada tahun 2026 ini jumlahnya ditargetkan melonjak menjadi 17 kelompok.

​Sementara itu, bantuan sarana penangkapan ikan yang sebelumnya menyasar 18 kelompok nelayan di tahun 2025, kini diperluas jangkahuannya menjadi 24 kelompok nelayan pada tahun 2026.

​Menurut Kamal, sektor perikanan adalah pilar penting. Selain menjadi sumber protein utama masyarakat, sektor ini merupakan urat nadi perekonomian warga pesisir.

​Menuju Masa Depan: Pangan Kuat, Petani Sejahtera

​Melalui integrasi program yang matang ini, Luwu Timur sedang mengirimkan pesan kuat kepada publik, mereka siap menjadi daerah yang swasembada.

​Ujung dari seluruh strategi besar ini bukan sekadar memenuhi lumbung padi dan tong ikan, melainkan sebuah cita-cita mulia untuk memastikan senyum bahagia dan kesejahteraan yang nyata di wajah para petani dan nelayan Luwu Timur di masa depan. (*)

Exit mobile version