SOPPENG, UJUNGJARI.COM – Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Soppeng mengikuti studi banding ke Kios JTAB di Jawa Tengah bersama perwakilan 24 kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan.
Kegiatan tersebut difasilitasi sepenuhnya oleh Bank Indonesia sebagai upaya mempelajari model distribusi pangan yang dinilai efektif menekan gejolak harga kebutuhan pokok.
Dalam rombongan TPID Sulsel, Kabupaten Soppeng diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Soppeng, Dra. Hj. Andi Nurlina, M.M., yang juga menjabat Komisaris Perseroda Lamataesso Mattappa.
Selama kunjungan, peserta melihat langsung operasional Kios JTAB yang dikelola oleh PT Jateng Agro Berdikari (JTAB), badan usaha milik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Model bisnis kios tersebut dinilai mampu mempersingkat rantai distribusi pangan dari petani ke konsumen sehingga harga lebih terkendali.
“Kios JTAB efektif memangkas rantai distribusi dari petani ke konsumen. Harga bahan pokok seperti cabai, bawang merah, dan bawang putih menjadi lebih stabil karena tidak mudah dimainkan tengkulak,” ujar Andi Nurlina usai berdialog dengan pengelola JTAB.
Ia menjelaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah menyiapkan sistem distribusi pangan yang efisien dan transparan. Pemerintah kabupaten dan kota hanya perlu menyediakan lokasi kios, sementara pasokan bahan pangan disuplai langsung oleh JTAB dengan harga mengacu pada Harga Eceran Tertinggi (HET) sebagai bagian dari strategi pengendalian inflasi daerah.
Keberhasilan JTAB dalam menjaga stabilitas harga dan menekan laju inflasi menjadi alasan Bank Indonesia memfasilitasi studi banding bagi TPID se-Sulawesi Selatan.
Saat ini, JTAB diketahui telah mengelola 15 unit usaha yang bergerak di sektor pangan.
Menurut Andi Nurlina, konsep tersebut sangat memungkinkan untuk diterapkan di Kabupaten Soppeng melalui Perseroda Lamataesso Mattappa.
“Ke depan Perseroda kita bisa berperan seperti JTAB, membantu Pemerintah Kabupaten Soppeng menstabilkan harga pangan dan mengendalikan inflasi, sehingga daya beli masyarakat, khususnya warga berpenghasilan rendah, tetap terjaga,” katanya.
Bank Indonesia berharap hasil kunjungan ini dapat menjadi referensi bagi pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan pangan.
Dengan pengembangan kios pangan di berbagai daerah, harga kebutuhan pokok diharapkan lebih stabil, pasokan terjamin, dan gejolak inflasi dapat ditekan sepanjang tahun. (Daus)
