SOPPENG, UJUNGJARI.COM – Euforia Piala Dunia tak hanya terasa di dalam stadion atau melalui layar televisi di rumah.
Di Kabupaten Soppeng, berbagai warung kopi (warkop) dan kafe justru menjelma menjadi pusat keramaian warga yang antusias menggelar nonton bareng (nobar) setiap pertandingan berlangsung.
Mulai dari desa hingga Kota Watansoppeng, suasana warkop dipenuhi sorak sorai para pecinta sepak bola yang berkumpul menyaksikan laga-laga bergengsi.
Fenomena nobar semakin ramai terutama saat pertandingan digelar pada malam hingga dini hari.
Layar televisi berukuran besar menjadi pusat perhatian, sementara meja-meja dipenuhi pengunjung yang larut dalam jalannya pertandingan.
Aroma kopi, mie instan, dan aneka camilan menemani hangatnya diskusi serta adu prediksi antarpendukung tim favorit.
Salah satu lokasi yang ramai dikunjungi adalah Warkop Oleng di pusat Kota Watansoppeng. Tempat ini hampir selalu dipenuhi penonton setiap kali laga besar Piala Dunia berlangsung.
“Kalau nonton di rumah kurang ramai. Di warkop beda, satu gol saja semua bisa teriak bareng,” ujar Bahar, salah seorang penggemar sepak bola yang ikut menyaksikan pertandingan piala dunia di kawasan Jalan Pemuda, Watansoppeng.
Bagi masyarakat, warkop dan kafe kini tidak hanya menjadi tempat menikmati kopi, tetapi juga telah bertransformasi menjadi ruang sosial. Di sana para pengunjung saling bertukar pendapat soal strategi permainan, bercanda dengan pendukung tim lawan, hingga mempererat tali silaturahmi.
Ramainya kegiatan nobar juga membawa berkah bagi pelaku usaha mikro. Pemilik Warkop Oleng, Oleng, mengaku omzet usahanya meningkat tajam selama perhelatan Piala Dunia.
“Kalau ada pertandingan besar, omzet bisa naik dua sampai tiga kali lipat. Orang pesan kopi, mie, sampai gorengan tidak putus-putus sampai pertandingan selesai,” ungkapnya.
Melihat tingginya antusiasme masyarakat, sejumlah warkop dan kafe di Soppeng bahkan menambah fasilitas berupa layar proyektor dan televisi berukuran besar agar semakin nyaman digunakan untuk nobar.
Fenomena ini menunjukkan bahwa sepak bola bukan sekadar olahraga. Piala Dunia telah menjadi pemersatu masyarakat, menghadirkan ruang kebersamaan, sekaligus menggerakkan roda perekonomian pelaku UMKM di Kabupaten Soppeng.
Di balik gemuruh pertandingan dunia, warkop dan kafe menjadi saksi hangatnya kebersamaan warga yang menikmati setiap detik pertandingan bersama. (Daus)
