SIDRAP, UJUNGJARI.COM – Kemeriahan pembukaan Pekan Olahraga, Seni, dan Pembelajaran (Porsenijar) VII PGRI Sulawesi Selatan 2026 di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) menuai apresiasi dari berbagai kepala daerah.
Salah satunya datang dari Bupati Soppeng, Suwardi Haseng, yang secara terbuka memuji suksesnya penyelenggaraan ajang terbesar bagi insan pendidikan di Sulawesi Selatan tersebut.
Menurut Suwardi, pembukaan Porsenijar yang digelar di Stadion Ganggawa, Pangkajene, Kamis (2/7/2026), tampil sangat spektakuler dan meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh tamu yang hadir.
“Ini sangat luar biasa dibanding kegiatan Porseni VI PGRI Sulsel 2023 lalu di Soppeng. Kita berbicara fakta. Sidrap memang luar biasa,” ujar Suwardi.
Ia menilai antusiasme peserta dan masyarakat menjadi salah satu faktor utama yang membuat suasana pembukaan begitu semarak.
Meski panitia melaporkan sekitar 72 ribu peserta dari 24 kabupaten/kota, Suwardi mengaku melihat lautan manusia yang jumlahnya diperkirakan menembus lebih dari 100 ribu orang.
Bupati Soppeng juga menyebut konsep acara yang dinilai lebih menarik. Pembukaan resmi dilakukan lebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan defile kontingen dari seluruh daerah.
Menurutnya, pola tersebut membuat stadion tetap dipenuhi peserta sehingga suasana terlihat lebih meriah.
“Kami lihat tadi, acara pembukaan dulu baru defile. Jadi ramai. Beda waktu di Soppeng, defile baru pembukaan, jadi kelihatan kurang pesertanya,” katanya.
Tak hanya mengapresiasi konsep acara, Suwardi juga mengaku banyak belajar dari keberhasilan Pemerintah Kabupaten Sidrap dalam mengelola kegiatan berskala besar.
Ia bahkan menyatakan siap mencontoh konsep yang diterapkan Sidrap apabila Kabupaten Soppeng kembali dipercaya menjadi tuan rumah Porsenijar PGRI Sulawesi Selatan pada masa mendatang.
Keberhasilan Sidrap sebagai tuan rumah dinilai bukan hanya karena kesiapan panitia dan dukungan penuh pemerintah daerah, tetapi juga karena budaya masyarakat yang dikenal ramah dan terbuka terhadap tamu.
Keramahan masyarakat Sidrap yang lekat dengan falsafah Sipakatau, Sipakainge, Sipakalebbi serta semangat Saromase budaya gotong royong, kebersamaan, dan saling membantu menjadi nilai tambah yang membuat para peserta merasa nyaman selama berada di Bumi Nene Mallomo.
Selama bertahun-tahun, Sidrap memang dikenal sebagai salah satu daerah yang kerap sukses menjadi tuan rumah berbagai agenda berskala provinsi hingga nasional.
Didukung infrastruktur yang memadai, akses transportasi yang baik, serta masyarakat yang menjunjung tinggi nilai kekeluargaan, daerah ini mampu menghadirkan suasana yang hangat bagi setiap tamu.
Porsenijar VII PGRI Sulawesi Selatan sendiri berlangsung pada 2–6 Juli 2026 dengan mempertandingkan 24 cabang olahraga, seni, dan pembelajaran yang diikuti puluhan ribu guru dari seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan.
Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga menjadi momentum mempererat silaturahmi, meningkatkan profesionalisme guru, serta memperkuat persatuan insan pendidikan di Sulawesi Selatan.
Apresiasi dari Bupati Soppeng menjadi bukti bahwa Sidrap tidak hanya sukses menyelenggarakan sebuah acara besar, tetapi juga berhasil meninggalkan kesan positif melalui penyelenggaraan yang tertib, meriah, dan didukung keramahan masyarakatnya.
Tak heran jika Porsenijar PGRI Sulsel 2026 di Sidrap kini menjadi perbincangan hangat dan disebut-sebut sebagai salah satu penyelenggaraan terbaik sepanjang sejarah pelaksanaan ajang tersebut. (Wan)
