Site icon Ujung Jari

Supriansa, Muhiddin dan IAS Bertemu, Pengamat: Ini Bukan Sekadar Foto Biasa

MAKASSAR, UJUNGJARI.COM – Beredarnya foto kebersamaan tiga tokoh senior Partai Golkar Sulawesi Selatan memunculkan beragam spekulasi di kalangan kader maupun publik. Foto yang menampilkan Supriansa, Muhiddin, dan Ilham Arief Sirajuddin (IAS) alias Aco itu dinilai mengandung pesan politik menjelang Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Sulsel yang direncanakan digelar pada 18 Juli 2026 di Hotel Claro Makassar.

Pengamat politik lokal, Agus, menilai setiap pertemuan yang melibatkan tokoh-tokoh penting partai menjelang agenda strategis seperti Musda hampir selalu memiliki makna politik.

“Dalam bahasa politik, foto bersama seperti ini bukan sekadar gambar biasa. Ini bisa dibaca sebagai sinyal adanya komunikasi, konsolidasi, atau pesan tertentu terkait arah kepengurusan Golkar Sulsel ke depan,” ujarnya.

Menurut Agus, kemunculan tiga figur tersebut dalam satu bingkai menunjukkan komunikasi yang semakin intens di internal Golkar menjelang pemilihan kepengurusan baru.

“Ketiganya merupakan tokoh yang memiliki pengaruh dan memahami dinamika Golkar Sulsel. Wajar jika publik kemudian mengaitkan foto itu dengan proses politik menjelang Musda,” katanya.

Sementara itu, salah satu figur dalam foto, DR. Supriansa, S.H., M.H., memilih tidak memberikan penafsiran khusus mengenai makna di balik kebersamaan tersebut.

“Biarlah waktu yang menjawab. Yang pasti, sebagai kader Golkar kami berharap Musda berjalan sesuai harapan kita bersama,” ujar mantan Anggota DPR RI itu saat dikonfirmasi.

Supriansa juga mengungkapkan bahwa Musda Golkar Sulsel kemungkinan besar akan dilaksanakan pada 18 Juli 2026. Namun, untuk kepastian jadwal maupun teknis pelaksanaan, ia menyarankan agar dikonfirmasi langsung kepada Steering Committee (SC) panitia Musda.

Dalam foto yang menjadi perbincangan itu tampak tiga figur penting Golkar Sulsel, yakni Supriansa sebagai kader senior dan mantan Anggota DPR RI, Muhiddin selaku Anggota DPR RI yang saat ini menjabat Pelaksana Tugas Ketua DPD Golkar Sulsel, serta Ilham Arief Sirajuddin (IAS), mantan Wali Kota Makassar yang juga merupakan tokoh senior Golkar.

Ketiganya selama ini kerap disebut memiliki peran penting dalam menentukan arah kepengurusan Golkar Sulsel ke depan. Karena itu, kemunculan mereka dalam satu momen langsung menarik perhatian kader dan pengamat politik.

Agus menambahkan, Musda Golkar Sulsel diprediksi menjadi salah satu agenda politik internal paling penting tahun ini. Selain menentukan nakhoda baru partai di tingkat provinsi, hasil Musda juga diyakini akan menghadirkan komposisi kepengurusan yang berbeda dari periode-periode sebelumnya.

“Setelah Musda nanti, saya kira akan ada hal yang lebih menarik untuk disimak, terutama terkait komposisi pengurus DPD Golkar Sulsel. Sangat mungkin akan muncul formasi baru yang tidak seperti biasanya,” pungkas Agus.  (Daus)

Exit mobile version