TAKALAR, UJUNGJARI– Proyek rehabilitasi jaringan irigasi Daerah Irigasi (DI) Pamukkulu di Kabupaten Takalar yang sebelumnya menjadi sorotan karena disebut mangkrak, dipastikan tetap berlanjut.
PT Etika Jaya Beton (EJB) selaku pelaksana proyek kembali mengaktifkan pekerjaan konstruksi di sejumlah titik wilayah Kecamatan Polongbangkeng Selatan (Polsel).
Sejak Rabu (8/7/2026), aktivitas proyek kembali terlihat di kawasan Pangkalan, Kelurahan Canrego. Sejumlah alat dan material konstruksi mulai didatangkan, sementara proses pemasangan pasangan batu pada saluran irigasi kembali dikerjakan.
Salah seorang pekerja proyek, Daeng Temba, mengatakan seluruh tahapan pekerjaan dilaksanakan sesuai petunjuk teknis dengan tetap mengutamakan mutu konstruksi.
“Kami bekerja sesuai ketentuan teknis dan fokus menjaga kualitas hasil pekerjaan. Pengerjaan kembali dimulai sejak Rabu lalu,” ujarnya, Sabtu (11/7/2026).
Sebelumnya, Project Manager PT Etika Jaya Beton, Mei Sudarso, menjelaskan bahwa penghentian pekerjaan di beberapa lokasi bukan berarti proyek ditinggalkan.
Menurutnya, penyesuaian dilakukan karena saluran yang telah digali masih dimanfaatkan petani untuk aktivitas pertanian sehingga pemasangan pasangan batu belum dapat dilakukan.
Agar progres proyek tetap berjalan sesuai jadwal kontrak, perusahaan kemudian mengalihkan sebagian pekerjaan ke wilayah Kecamatan Mangarabombang.
“Informasi yang menyebut proyek ini mangkrak tidak benar. Saat itu pekerjaan dihentikan sementara karena petani masih beraktivitas di sawah. Untuk menjaga progres sesuai target kontrak, kami mengerjakan titik lain di Mangarabombang,” jelas Mei.
Meski volume pekerjaan sesuai kontrak telah tercapai, PT Etika Jaya Beton menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan seluruh saluran yang sebelumnya belum dipasangi pasangan batu, khususnya di wilayah Polongbangkeng Selatan.
Menurut pihak perusahaan, penyelesaian pekerjaan dilakukan setelah adanya koordinasi dengan masyarakat yang menginginkan seluruh saluran yang telah digali diselesaikan hingga tuntas.
“Kami tetap bertanggung jawab menyelesaikan seluruh pekerjaan yang belum rampung. Saat ini pemasangan batu sudah kembali dilaksanakan,” tegasnya.
Komitmen tersebut juga dibenarkan oleh pengawas proyek, Sofyan, yang mewakili Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Samuel. Ia memastikan kontraktor telah menyatakan kesiapannya merampungkan seluruh titik pekerjaan yang masih tersisa.
“Kontraktor sudah menyampaikan komitmennya untuk menyelesaikan seluruh pekerjaan yang belum rampung. Alhamdulillah, sejak Rabu lalu pekerjaan kembali dimulai,” kata Sofyan.
Diketahui, proyek rehabilitasi jaringan irigasi DI Pamukkulu merupakan program Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang dengan nilai kontrak sekitar Rp29,8 miliar yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2025.
Proyek tersebut sempat menjadi perhatian publik karena masih terdapat sejumlah ruas saluran yang belum selesai meski masa kontrak berakhir pada Desember 2025.
Sementara itu, para petani di Kecamatan Polongbangkeng Selatan menyambut baik dimulainya kembali pekerjaan tersebut. Mereka berharap seluruh saluran irigasi dapat segera dituntaskan sehingga mampu meningkatkan ketersediaan air bagi lahan pertanian.
“Saya mewakili petani mengucapkan terima kasih kepada PT Etika Jaya Beton yang tetap berkomitmen menyelesaikan pekerjaan yang sebelumnya belum rampung. Semoga irigasi ini segera selesai sehingga manfaatnya bisa segera dirasakan oleh masyarakat,” ujar Daeng Tutu. (*)
