Site icon Ujung Jari

Rindu Makanan Makassar, Taruna Ikrar Wisata Kuliner berbaur Warga di Car Free Day sambil Tinjau SPPG

MAKASSAR, UJUNGJARI.COM – Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Prof. Dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D., memanfaatkan kunjungan kerjanya ke Makassar untuk bernostalgia di kota yang menjadi bagian penting perjalanan akademik dan kariernya.

Namun, di balik suasana penuh kenangan itu, Taruna tetap mengemban tugas negara dengan memimpin pemantauan keamanan pangan di delapan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) secara serentak guna memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan sesuai standar keamanan pangan.

Sebelum memulai agenda pengawasan, Taruna menyempatkan diri menikmati suasana Car Free Day di kawasan Jalan Boulevard Makassar.

Ia berjalan santai menyusuri kawasan tersebut sambil menyapa dan berbaur dengan masyarakat. Kehadirannya disambut hangat warga yang memanfaatkan akhir pekan untuk berolahraga dan menikmati suasana pagi.

Momentum nostalgia itu semakin lengkap ketika Taruna dan rombongan mencicipi sejumlah kuliner tradisional khas Makassar yang telah lama dirindukannya, seperti nasi kuning, songkolo, dan barongko.

Menurutnya, kekayaan kuliner daerah merupakan bagian dari identitas budaya bangsa yang harus terus dijaga, termasuk dengan memastikan setiap produk pangan yang dikonsumsi masyarakat memenuhi standar keamanan dan mutu.

“Makassar memiliki tempat tersendiri dalam perjalanan hidup saya. Berjalan kembali di Boulevard, bertemu masyarakat, menikmati kuliner khas seperti nasi kuning, songkolo, dan barongko menghadirkan begitu banyak kenangan. Tetapi di balik nostalgia itu, saya membawa amanah negara untuk memastikan pangan yang dikonsumsi masyarakat selalu aman, bermutu, dan bergizi,” ujar Taruna.

Usai menikmati suasana Kota Daeng, Taruna melanjutkan tugasnya dengan meninjau delapan SPPG di Kota Makassar. Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah SPPG Yayasan Askara Putra Madani di Jalan Bonto Sunggu No. 6, Kelurahan Mannuruki, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar.

Di lokasi tersebut, Taruna meninjau secara menyeluruh alur penyelenggaraan makanan, mulai dari penerimaan bahan baku, penyimpanan, proses memasak, pengemasan, hingga distribusi makanan kepada para penerima manfaat.

Ia juga berdialog dengan pengelola mengenai penerapan higiene, sanitasi, pengendalian mutu, serta sistem keamanan pangan.

Taruna menegaskan bahwa sejak Program Makan Bergizi Gratis ditetapkan sebagai program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto, BPOM telah menjadikannya sebagai salah satu prioritas utama pelaksanaan tugas pengawasan di seluruh Indonesia.

Melalui seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) BPOM, institusinya menggerakkan pengawasan, edukasi, pembinaan, dan pendampingan kepada penyelenggara SPPG agar setiap makanan yang disajikan memenuhi standar keamanan, mutu, dan gizi.

“Program Makan Bergizi Gratis adalah program strategis Presiden Prabowo yang kini juga menjadi program prioritas BPOM dalam aspek pengawasan keamanan pangan. Kami menggerakkan seluruh jajaran BPOM di pusat maupun daerah untuk mengawal program ini agar setiap makanan yang diterima masyarakat benar-benar aman, bermutu, dan layak dikonsumsi,” tegas Taruna.

Menurut Taruna, keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya diukur dari jumlah porsi makanan yang disalurkan atau kandungan gizinya, tetapi juga dari jaminan bahwa setiap makanan yang dikonsumsi bebas dari cemaran biologis, kimia, maupun fisik yang dapat membahayakan kesehatan.

Karena itu, BPOM terus melakukan pendampingan terhadap seluruh SPPG melalui edukasi keamanan pangan, pembinaan penerapan higiene dan sanitasi, pengawasan proses produksi, pengambilan sampel bila diperlukan, hingga penguatan kapasitas sumber daya manusia pengelola dapur.

Taruna menambahkan, pengawasan keamanan pangan merupakan salah satu pilar penting dalam mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang sehat dan berkualitas.

Untuk itu, BPOM akan terus bersinergi dengan Badan Gizi Nasional, pemerintah daerah, dinas kesehatan, dinas pendidikan, serta seluruh pemangku kepentingan agar setiap SPPG di Indonesia memenuhi standar keamanan pangan secara konsisten.

Dalam kunjungan tersebut, Taruna juga mengapresiasi komitmen Yayasan Askara Putra Madani beserta seluruh pengelola SPPG yang terus berupaya menerapkan tata kelola penyediaan makanan sesuai prinsip keamanan pangan.

Menurutnya, kolaborasi pemerintah, penyelenggara SPPG, tenaga kesehatan, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis sebagai investasi besar dalam membangun generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan produktif menuju Indonesia Emas 2045.

Bagi Taruna Ikrar, kunjungan ke Makassar kali ini bukan sekadar perjalanan dinas ataupun nostalgia. Kota yang pernah menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya itu menjadi tempat untuk kembali meneguhkan komitmen mengabdi kepada bangsa, memastikan setiap pangan yang dikonsumsi masyarakat Indonesia aman, bermutu, dan bergizi demi masa depan generasi penerus bangsa.  (**)

Exit mobile version