Site icon Ujung Jari

KKN Tematik 116 Perubahan Iklim Unhas di Desa Benteng Gajah Gelar Seminar Program Kerja

MAROS,UJUNGJARI.COM – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) 116 Perubahan Iklim Universitas Hasanuddin resmi melaksanakan Seminar Program Kerja di Aula Kantor Desa Benteng Gajah, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Kegiatan ini menjadi langkah awal pelaksanaan program pengabdian mahasiswa yang akan berlangsung selama kurang lebih 40 hari di Desa Benteng Gajah.

Seminar tersebut dihadiri oleh Kepala Desa Benteng Gajah, Ansar, Dosen Pendamping Kegiatan (DPK) Zabikha Dinda Istnaeni, S.Pi., M.Si., para kepala dusun, tokoh masyarakat, tokoh agama, perangkat desa, serta masyarakat setempat. Kehadiran berbagai unsur masyarakat menunjukkan dukungan dan antusiasme terhadap pelaksanaan program kerja KKNT 116 Perubahan Iklim di desa tersebut.

Dalam sambutannya, Koordinator Desa KKNT 116 Perubahan Iklim, Reza Firdaus Abidin, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan oleh Pemerintah Desa Benteng Gajah dan seluruh masyarakat sejak hari pertama kedatangan mahasiswa.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Desa Benteng Gajah dan seluruh masyarakat yang telah menerima kami dengan sangat baik. Sambutan yang hangat ini menjadi motivasi bagi kami untuk memberikan kontribusi terbaik selama pelaksanaan KKN di desa ini,” ungkap Reza.

Selanjutnya, Dosen Pendamping Kegiatan, Zabikha Dinda Istnaeni, S.Pi., M.Si., menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Desa Benteng Gajah atas keterbukaan dan dukungan yang diberikan kepada mahasiswa. Beliau juga menitipkan para mahasiswa KKNT 116 untuk dapat dibimbing selama menjalankan kegiatan pengabdian di desa.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Desa Benteng Gajah yang telah menerima mahasiswa kami dengan baik. Kami menitipkan mahasiswa KKNT 116 selama kurang lebih satu setengah bulan ke depan. Semoga mereka dapat belajar, berbaur, dan menjalankan program-program yang telah direncanakan dengan baik serta memberikan manfaat bagi masyarakat,” tuturnya.

Seminar Program Kerja kemudian secara resmi dibuka oleh Kepala Desa Benteng Gajah, Ansar. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi terhadap tema dan program yang diusung oleh mahasiswa KKNT 116, khususnya program yang berfokus pada pengelolaan lingkungan dan perubahan iklim.

Beliau menaruh perhatian besar terhadap program Rocket Stove, teknologi pembakaran yang dirancang untuk menghasilkan pembakaran yang lebih efisien dengan emisi asap yang lebih rendah dibandingkan metode pembakaran konvensional.

“Program ini sangat menarik karena berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat dan isu lingkungan. Kami berharap program yang dijalankan nantinya dapat memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan, bahkan dapat diterapkan di beberapa dusun di Desa Benteng Gajah. Kami sangat menantikan hasil dan implementasi program-program yang akan dipaparkan oleh mahasiswa,” ujar Ansar.

Pada sesi inti kegiatan, mahasiswa KKNT 116 Perubahan Iklim memaparkan sejumlah program kerja yang akan dilaksanakan selama masa pengabdian di Desa Benteng Gajah. Terdapat sekitar tujuh program yang dirancang untuk mendukung peningkatan kesadaran masyarakat terhadap isu perubahan iklim, pengelolaan lingkungan, serta pemberdayaan masyarakat. Salah satu program unggulan yang menjadi fokus utama adalah pembangunan dan pemanfaatan Rocket Stove sebagai teknologi tepat guna yang ramah lingkungan.

Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Salah satu pertanyaan disampaikan oleh Sekretaris Desa terkait pelaksanaan program individu berupa pembuatan composter, khususnya mengenai kebutuhan bahan yang akan digunakan dalam proses pembuatannya.

Menanggapi hal tersebut, mahasiswa KKNT 116, Farid Triyanto Juni, menjelaskan bahwa bahan yang digunakan dapat berasal dari mahasiswa maupun masyarakat yang ingin berpartisipasi dalam proses pembuatannya. Menurutnya, kolaborasi antara mahasiswa dan warga menjadi salah satu kunci keberhasilan program tersebut.

Selain itu, Imam Desa Benteng Gajah turut memberikan masukan konstruktif kepada mahasiswa. Beliau mengingatkan agar program yang direncanakan benar-benar dapat direalisasikan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Tidak perlu terlalu banyak program jika pada akhirnya sulit dilaksanakan. Yang terpenting adalah menghadirkan program yang bermanfaat, berjalan dengan baik, dan meninggalkan kesan positif bagi masyarakat Desa Benteng Gajah,”pesannya.

Masukan tersebut disambut baik oleh mahasiswa sebagai bentuk dukungan sekaligus pengingat untuk memastikan seluruh program yang telah dirancang dapat terlaksana secara optimal dan berkelanjutan.

Kegiatan Seminar Program Kerja KKNT 116 Perubahan Iklim ditutup dengan sesi dokumentasi bersama antara mahasiswa, pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan seluruh peserta yang hadir.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin sinergi yang kuat antara mahasiswa dan masyarakat dalam mewujudkan program-program yang tidak hanya relevan dengan isu perubahan iklim, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi pembangunan Desa Benteng Gajah.

Exit mobile version