UJUNGJARI.COM — Final Piala Dunia 2026 akan menghadirkan laga impian bagi pecinta sepak bola dunia. Timnas Spanyol akan berhadapan dengan juara bertahan Argentina pada partai puncak yang berlangsung di Stadion New York/New Jersey, Amerika Serikat, Senin (20/7/2026) pukul 03.00 WITA.
Kedua tim memastikan langkah ke final setelah menunjukkan performa impresif sepanjang turnamen. Spanyol melaju usai menyingkirkan Prancis dengan kemenangan meyakinkan 2-0 di semifinal.
Sementara itu, Argentina tampil dramatis dengan membalikkan keadaan untuk mengalahkan Inggris 2-1 melalui gol Enzo Fernandez dan Lautaro Martinez pada menit-menit akhir.
Laga ini diprediksi berlangsung ketat. Spanyol mengandalkan permainan kolektif, dominasi penguasaan bola, serta regenerasi pemain muda yang sukses mengangkat performa La Roja.
Di sisi lain, Argentina datang dengan modal pengalaman sebagai juara bertahan, mental bertanding yang kuat, dan kepemimpinan Lionel Messi yang kembali menjadi figur sentral.
Rekor Pertemuan Berimbang
Dalam sejarah pertemuan di level senior, duel Spanyol kontra Argentina selalu berlangsung sengit.
Pada era klasik, Argentina sempat mendominasi dengan kemenangan pada 1952, 1953, 1960, dan Piala Dunia 1966. Namun Spanyol juga mampu membalas lewat kemenangan pada 1961 dan 1995.
Memasuki era modern, kedua tim kembali saling mengalahkan. Spanyol menang pada laga persahabatan 2006, 2009, dan mencatat kemenangan telak 6-1 pada 2018. Sementara Argentina sukses membungkam La Roja 4-1 pada 2010.
Final Piala Dunia 2026 menjadi pertemuan pertama kedua negara di partai puncak ajang sepak bola paling bergengsi di dunia.
Jalan Menuju Final
Spanyol tampil sangat konsisten sepanjang turnamen. Setelah keluar sebagai juara Grup H, La Roja menyingkirkan Austria dengan skor 3-0 di babak 32 besar, mengalahkan Portugal 1-0 pada 16 besar, menundukkan Belgia 2-1 di perempat final, dan mengatasi Prancis 2-0 pada semifinal.
Catatan pertahanan Spanyol juga sangat impresif karena hanya kebobolan satu gol sejak memasuki fase gugur.
Sementara itu, Argentina keluar sebagai juara Grup J sebelum melewati sejumlah pertandingan sulit. Tim asuhan Lionel Scaloni menang 3-2 atas Tanjung Verde di babak 32 besar, mengalahkan Mesir 3-2 pada 16 besar, menundukkan Swiss 3-1 di perempat final, dan bangkit mengalahkan Inggris 2-1 di semifinal.
Kemampuan bangkit dari tekanan menjadi salah satu kekuatan terbesar La Albiceleste sepanjang turnamen.
Duel Taktik Penentu
Spanyol diperkirakan tetap mengandalkan penguasaan bola dan permainan cepat dari kedua sisi lapangan.
Lamine Yamal menjadi ancaman utama lewat kecepatan dan kreativitasnya, sementara lini tengah yang dipimpin Rodri berperan mengatur ritme permainan.
Di kubu Argentina, Lionel Messi masih menjadi motor serangan. Namun, kontribusi Enzo Fernandez, Alexis Mac Allister, Julian Alvarez, hingga Lautaro Martinez membuat Argentina memiliki banyak opsi dalam membangun serangan.
Beberapa duel individu diprediksi menjadi penentu hasil pertandingan, seperti Lamine Yamal menghadapi Nicolas Tagliafico, Rodri melawan Enzo Fernandez, Alvaro Morata berduel dengan Cristian Romero, serta Lionel Messi menghadapi lini pertahanan Spanyol.
Apabila Messi mampu mendapatkan ruang bermain, Argentina memiliki peluang besar menciptakan perbedaan. Sebaliknya, jika Spanyol sukses mendominasi penguasaan bola sejak menit awal, tekanan terhadap pertahanan Argentina diyakini akan semakin besar.
Prediksi Peluang Juara
Berdasarkan performa sepanjang turnamen, laga final diperkirakan berlangsung sangat seimbang. Meski demikian, Spanyol sedikit lebih diunggulkan berkat konsistensi permainan dan solidnya lini belakang.
Prediksi peluang juara:
Spanyol: 52 persen
Argentina: 48 persen
(Int/drw)
