Site icon Ujung Jari

IAS Buka Pintu Rekonsiliasi dengan Appi Usai Musda Golkar Sulsel, Tegaskan Saatnya Satukan Kader

MAKASSAR, UJUNGJARI.COM – Bakal calon Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan, Ilham Arief Sirajuddin (IAS), membuka peluang rekonsiliasi dengan Wali Kota Makassar Munafri “Appi” Arifuddin setelah dinamika jelang Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Sulsel yang membuat DPD II Golkar Makassar tidak memberikan dukungan kepadanya.

IAS menegaskan perbedaan sikap menjelang pemilihan ketua merupakan hal yang lazim dalam organisasi. Menurutnya, setelah proses demokrasi selesai, seluruh kader harus kembali bersatu.

“Di dalam sebuah proses dinamika musyawarah, hal-hal seperti ini biasa. Tetapi setelah itu Golkar selalu memiliki tanggung jawab untuk melakukan rekonsiliasi agar kita mempersatukan kembali pertikaian-pertikaian kecil yang muncul,” kata IAS kepada wartawan di Sekretariat DPD I Golkar Sulsel, Jumat (17/7/2026).

Meski hubungan politik keduanya sempat menjadi sorotan, IAS mengaku belum pernah membahas posisi Appi apabila dirinya terpilih memimpin Golkar Sulsel. Namun, ia menegaskan Appi tetap memiliki tanggung jawab sebagai Ketua DPD II Golkar Makassar hingga masa jabatannya berakhir.

“Pak Appi kan Ketua DPD II Kota Makassar. Jadi itu menjadi bagian daripada tanggung jawab dia sampai akhir masa,” ujarnya.

IAS juga membantah adanya keretakan komunikasi dengan Appi. Menurutnya, hubungan keduanya masih berjalan baik, bahkan ia tidak percaya isu yang menyebut Appi akan meninggalkan Partai Golkar.

“Itu kata media. Saya tidak pernah yakin bahwa seorang Appi, Ketua DPD Partai Golkar, semudah itu mengeluarkan statement seperti itu. Saya tidak pernah lihat dia sendiri yang mengatakan,” jelas IAS.

Mantan Wali Kota Makassar itu berharap seluruh kader kembali berada dalam satu barisan setelah Musda selesai. Ia menilai soliditas partai menjadi modal utama menghadapi agenda politik, termasuk Pemilu 2029.

“Ke depan kita harapkan penyatuan kembali gerbong-gerbong agar sama-sama menghadapi tantangan di tahun 2029,” pungkasnya.

IAS Kantongi Dukungan 22 DPD II

Sebelumnya, IAS resmi mengembalikan formulir pendaftaran bakal calon Ketua DPD I Golkar Sulsel dengan membawa dukungan dari 22 DPD II Partai Golkar.

Selain itu, ia juga mengantongi dukungan dari organisasi pendiri, organisasi yang didirikan, serta organisasi sayap Partai Golkar.

Formulir tersebut diserahkan kepada Steering Committee (SC) Musda Golkar Sulsel di Sekretariat DPD I Golkar Sulsel, Jalan Amanagappa, Makassar.

Dengan mundurnya Appi dari bursa pencalonan, IAS menjadi satu-satunya bakal calon yang mengembalikan formulir.

“Alhamdulillah, hari ini dukungan yang kami antarkan sebagai salah satu persyaratan itu sebanyak 22 DPD II,” kata IAS.

Ia merinci dukungan juga datang dari tiga organisasi pendiri, yakni Kosgoro, SOKSI, dan MKGR, serta organisasi yang didirikan seperti AMPI, AMK, Al-Hidayah, MDI, Satkar Ulama, hingga organisasi sayap KPPG dan AMPG.

Isu Appi Pamit dari Golkar

Di sisi lain, isu Munafri “Appi” Arifuddin akan meninggalkan Partai Golkar sebelumnya mencuat setelah disampaikan

Ketua DPD II Golkar Takalar, Zulkarnain Arif. Ia mengaku menerima penyampaian tersebut dalam percakapan pribadi dengan Appi sebelum pengembalian formulir pencalonan dibatalkan.

“Pak Appi sekaligus nanti akan pamit dari Golkar sekembalinya dari Umrah. Itu penyampaian terakhir ke saya,” ujar Zulkarnain.

Meski demikian, Zulkarnain mengaku tidak mengetahui apakah Appi akan bergabung dengan partai politik lain. Ia hanya memastikan Appi batal mengikuti kontestasi Ketua Golkar Sulsel karena disebut tidak memenuhi salah satu persyaratan administrasi.

“Pak Appi tidak kembalikan formulir karena ada poin yang tidak dia miliki. Di poin 7. Apakah persyaratan tambahan yang dibuat panitia, saya tidak tahu,” katanya.

Dengan sikap IAS yang membuka ruang rekonsiliasi, dinamika menjelang Musda Golkar Sulsel kini mengarah pada upaya penyatuan kembali seluruh kekuatan internal partai setelah proses pemilihan kepemimpinan selesai. (rif)

Exit mobile version