Site icon Ujung Jari

Menepis Stigma “Rumah Murahan” di Bumi Findaria Mas: Ketika Hunian Subsidi Bersolek Layaknya Kelas Komersial

MAROS — Ada sebuah stigma klasik yang telanjur melekat pada frasa “rumah subsidi”: bangunan seadanya, jalanan sempit yang becek kala hujan, hingga lokasi pelosok yang terasing dari hiruk-pukuk kota. Namun, suasana di riuh Moncongloe, Kabupaten Maros, mendadak mematahkan narasi lama tersebut.

Di sana, sebuah kawasan hunian bertajuk Kompleks Bumi Findaria Mas 5 sedang naik daun. Meski menyandang status sebagai perumahan bersubsidi, penampakannya justru bercerita hal lain. Tak heran jika belakangan, para penghuni dan pemburu properti kerap menjulukinya sebagai “rumah subsidi rasa komersial.”

Daya pikat ini bukan sekadar isapan jempol belaka. Tengok saja angka penjualannya yang melesat bak anak panah. Belum genap satu tahun beroperasi sejak resmi dibangun pada November tahun lalu, ratusan unit rumah di sana hampir ludes tak bersisa.

Dari total rencana 787 unit rumah subsidi yang akan didirikan, per pertengahan Juli 2026 ini, hanya tersisa 102 unit saja yang masih menanti pemilik baru.

“Alhamdulillah, hampir setiap hari calon user datang ke lokasi kami untuk melakukan survei,” ujar Syamsul Khair, Manager Marketing Bumi Findaria Mas, saat berbincang dengan ujungjari.com, Jumat (17/7/2026).

“Sebagian besar dari mereka bahkan langsung jatuh cinta di kunjungan pertama, yang langsung dibuktikan dengan membayar tanda jadi,” katanya lagi.

Kemewahan Fisik di Harga Subsidi

Melangkah masuk ke area Bumi Findaria Mas 5, mata pengunjung langsung dimanjakan oleh hamparan jalan utama yang tak biasa untuk ukuran perumahan subsidi. Alih-alih pengerasan seadanya, jalanan di sini dibangun menggunakan konstruksi beton kokoh dengan lebar mencapai sembilan meter, sebuah kelapangan akses yang biasanya hanya jamak ditemui di klaster-klaster kelas menengah ke atas.

Lokasinya pun terbilang seksi secara geografis. Berada di wilayah Moncongloe, Maros, perumahan ini berdiri tepat di garis perbatasan Kota Makassar. Kedekatan akses dengan ibu kota Provinsi Sulawesi Selatan ini menjadikannya primadona bagi para pekerja urban yang mencari ketenangan pinggir kota tanpa kehilangan mobilitas.

Bicara soal ruang, setiap unit rumah berdiri di atas lahan yang cukup lega, yakni 6 \times 12 meter. Di dalamnya, tata ruang dirancang efisien dengan dua kamar tidur dan satu kamar mandi.

Pemerintah boleh saja melabelinya sebagai rumah subsidi, namun pihak pengembang tetap menyisakan ruang bagi privasi penghuninya dengan menghadirkan teras, halaman depan, serta halaman belakang sepanjang 1,75 meter yang siap dikreasikan oleh pemiliknya.

Satu hal yang menambah estetika sekaligus fungsi alamiah di kawasan ini adalah kehadiran aliran sungai yang membentang di bagian belakang areal perumahan. Sungai yang mengalir tenang hingga bermuara di Sungai Tello Makassar ini bukan sekadar pemandangan eksotis, melainkan benteng pertahanan alami.

Aliran ini berfungsi menjadi tempat tumpahan air dari kawasan kompleks, sebuah solusi cerdas yang membebaskan kecemasan warga akan bayang-bayang banjir kala musim penghujan tiba.

Pengakuan dari Balik Dinding Rumah

Kualitas yang dihadirkan Bumi Findaria Mas dirasakan betul oleh Rusdi, seorang buruh bangunan yang kini menetap di Blok G. Sebagai orang yang sehari-hari bergelut dengan semen dan batu bata, Rusdi tahu betul mana bangunan yang digarap asal-asalan dan mana yang dikerjakan dengan standar tinggi.

“Nyaman tinggal di sini, Pak. Bangunannya luas, jalanannya lebar, dan kualitas konstruksinya juga bagus,” ungkap Rusdi lega. Berbekal pengalamannya, ia memuji sistem drainase perumahan yang dibangun rapi menggunakan cetakan beton yang sudah dicor. “Sangat beda dengan tempat tinggal saya sebelumnya di Perumnas Antang. Pokoknya beda sekali dengan perumahan lain,” katanya.

Senada dengan Rusdi, riak kebahagiaan juga terpancar dari Herawati, penghuni Blok D yang telah lebih dulu menetap di sana. Baginya, keputusan mengambil unit di Bumi Findaria Mas adalah salah satu investasi terbaik dalam hidupnya.

“Material bangunannya berkualitas, desainnya juga lebih menarik,” tutur Hera ringkas.

Di matanya, kombinasi antara harga yang relatif terjangkau, kualitas material premium, dan posisi strategis yang menempel dengan Kota Makassar adalah paket lengkap yang sulit ditolak.

Sentuhan Eksklusif di Gerbang Depan

Kendati napas utama perumahan ini adalah menyediakan hunian terjangkau bagi masyarakat, Bumi Findaria Mas V tidak menutup mata bagi mereka yang menginginkan kelas berbeda. Pengembang tetap memberikan slot eksklusif berupa 53 unit rumah komersial yang diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan menengah ke atas.

Jumlahnya memang minoritas jika disandingkan dengan barisan rumah subsidi. Namun, penempatannya dirancang strategis. Jejeran rumah komersial ini berbaris rapi di bagian depan kompleks, berdiri anggun persis setelah gerbang masuk utama perumahan.

Kehadiran unit komersial di lini depan ini secara tidak langsung ikut mengatrol prestise seluruh kawasan. Ia menjadi penegas bahwa di Bumi Findaria Mas, batas antara “subsidi” dan “komersial” kini tak lagi berjarak. Di sini, setiap orang berhak menikmati hunian yang memanusiakan penghuninya, tanpa harus menguras kantong dalam-dalam.

Bumi Findaria Mas V merupakan perumahan yang dibangun perusahaan holding property, PT Bumi Pundi Karsa yang dipimpin Haji Badris Salam. Di kawasan Moncongloe, Maros, Bumi Findaria Mas mengelola lima lakasi perumahan yang areanya berdekatan satu dengan lainnya.

Empat perumahan Findaria Mas lainnya dinamai Bumi Findaria Mas 1, Bumi Findaria Mas 2, Bumi Findaria Mas 3, dan Bumi Findaria Mas 4.

Exit mobile version