SIDRAP,UJUNGJARI.COM– Mahasiswa Praktik Belajar Lapangan (PBL) 1 Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin (Unhas) Posko Desa Bulo menyelenggarakan Seminar Akhir di Kantor Desa Bulo, Kecamatan Panca Rijang, Kabupaten Sidenreng Rappang, Kamis (16/7).
Kegiatan ini bertujuan menyampaikan hasil analisis situasi kesehatan serta hasil penetapan prioritas masalah kesehatan yang telah diperoleh melalui pengumpulan data sekunder, survei lapangan menggunakan aplikasi KoboCollect, wawancara, serta diskusi bersama pemerintah desa, tokoh masyarakat, kader kesehatan, dan warga selama kurang lebih dua pekan.
Seminar akhir ini dihadiri oleh sekitar 35 peserta yang terdiri atas Ketua TP PKK, Penyuluh KB, Kepala Dusun, Babinsa, staf desa, guru, serta masyarakat Desa Bulo.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen mahasiswa PBL FKM Unhas dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), SDG 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak), serta SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan).
Berdasarkan hasil analisis situasi yang dilakukan oleh tujuh mahasiswa PBL FKM Unhas Posko Desa Bulo, diperoleh tiga prioritas masalah kesehatan di Desa Bulo, yaitu permasalahan sampah dan sanitasi, stunting, serta hipertensi.
Penetapan prioritas tersebut merupakan hasil pembahasan bersama pemerintah desa dan masyarakat dengan mempertimbangkan tingkat urgensi, besarnya dampak terhadap kesehatan masyarakat, serta potensi penyelesaiannya melalui kolaborasi lintas sektor.
Ketua TP PKK Desa Bulo yang mewakili Kepala Desa, Ibu Andi Nurlailah, menyampaikan apresiasinya terhadap hasil pemetaan masalah yang dilakukan mahasiswa.
“Memang permasalahan sampah di Desa Bulo ini nyata dan saat ini pemerintah setempat sedang berusaha mencari solusi terbaik mengenai hal itu,” ujarnya.
Koordinator Posko PBL Desa Bulo, Sulkifli, juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan PBL 1.
“Ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Desa Bulo, tokoh masyarakat, serta warga yang telah menerima kami mahasiswa PBL dengan tangan terbuka. Saya yakin di tiap desa punya cerita, kearifan, dan potensi yang tidak akan kami temukan di bangku perkuliahan,” ungkapnya.
Melalui seminar akhir ini, mahasiswa PBL FKM Unhas berharap hasil analisis situasi dan penetapan prioritas masalah dapat menjadi bahan pertimbangan bagi Pemerintah Desa Bulo dalam menyusun program kesehatan yang lebih terarah.
Selanjutnya, Hasil analisis situasi ini menjadi data dasar dalam penyusunan program intervensi pada PBL 3. Tentang PBL FKM Unhas Praktik Belajar Lapangan (PBL) 1 Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin merupakan kegiatan pembelajaran berbasis masyarakat yang memberikan pengalaman kepada mahasiswa dalam mengidentifikasi, menganalisis, dan menetapkan prioritas masalah kesehatan bersama masyarakat sebagai dasar penyusunan rekomendasi intervensi.
FKM Unhas berkomitmen mendukung percepatan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) melalui kolaborasi dengan pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat.
Penulis: Siti Hardianti Handayani
