Site icon Ujung Jari

Komisi II DPR RI Tinjau Penguatan Pendidikan Kedinasan di LAN RI

MAKASSAR,UJUNGJARI.COM – Komisi II DPR RI melaksanakan kunjungan kerja spesifik ke Politeknik STIA LAN Makassar, Rabu (22/7/2026), dalam rangka melakukan pengawasan terhadap penyelenggaraan sekolah kedinasan sekaligus memperkuat pengembangan sumber daya manusia aparatur di lingkungan kementerian dan lembaga.

Pertemuan yang berlangsung di Ruang Indonesia–Prancis Politeknik STIA LAN Makassar tersebut menjadi forum strategis untuk menghimpun berbagai masukan mengenai arah pengembangan pendidikan kedinasan nasional.

Sebelum memasuki ruang pertemuan, Ketua Komisi II DPR RI bersama rombongan meninjau Perpustakaan-Prof. Makmur. Dalam kesempatan itu, rombongan berdialog langsung dengan mahasiswa yang tengah memanfaatkan fasilitas perpustakaan sebagai ruang belajar dan pengembangan kompetensi akademik.

Perkuat Kolaborasi Menuju Indonesia Emas 2045

Dalam sambutannya, Ketua Komisi II DPR RI Dr. Muh. Rifqinizamy Karsayuda menjelaskan bahwa kunjungan kerja ini merupakan bagian dari pelaksanaan fungsi pengawasan terhadap mitra kerja di bidang pemerintahan dalam negeri, reformasi birokrasi, dan pemberdayaan aparatur negara.

“Kami datang untuk memastikan Politeknik STIA LAN Makassar mampu menjalankan fungsi pendidikannya sekaligus memperkuat nilai vokasional yang menjadi pembeda dengan perguruan tinggi lainnya. Lulusan Politeknik STIA LAN harus memiliki kompetensi praktis dalam tata kelola pemerintahan dan birokrasi yang tidak diperoleh di perguruan tinggi umum,” ujar Dr. Rifqinizamy.

Ketua Komisi II DPR RI juga meluruskan pernyataannya yang sebelumnya ramai diperbincangkan publik terkait indikator kinerja aparatur sipil negara (ASN).

Pada kesempatan tersebut, Rifqinizamy juga mengapresiasi respons Kepala LAN RI Dr. Muhammad Taufiq, terhadap diskursus publik yang berkembang. Menurutnya, tanggapan yang disampaikan Kepala LAN RI menunjukkan pentingnya komunikasi publik yang edukatif dalam membangun pemahaman bersama mengenai reformasi birokrasi. “Kepala LAN membalas video saya yang sempat viral dengan sebuah nasihat yang sangat menyejukkan, bahkan ditulis hingga dua lembar. Saya mengapresiasi cara beliau membangun komunikasi yang substantif dan konstruktif.”

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya memperkuat sinergi antarlembaga di bawah lingkup pengawasan Komisi II DPR RI, termasuk LAN, Badan Kepegawaian Negara (BKN), Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Kementerian Dalam Negeri, dan Kementerian Desa.

Sinergi tersebut diharapkan mampu menghasilkan program pengembangan kompetensi aparatur yang saling terintegrasi, mulai dari pendidikan formal, pelatihan vokasi, hingga penguatan kapasitas aparatur di daerah, terutama bagi pemerintah desa, kecamatan, dan wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Menutup pemaparannya, Ketua Komisi II DPR RI menegaskan bahwa langkah-langkah konkret yang dilakukan secara konsisten, akan menjadi dasar untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang berbasis merit serta mendukung pencapaian visi Indonesia Emas 2045.

Transformasi Pendidikan Kedinasan Perkuat SDM Aparatur

Sementara itu, Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Dr. Muhammad Taufiq, DEA menegaskan bahwa transformasi pendidikan kedinasan harus diarahkan untuk membangun ekosistem pembelajaran yang berkelanjutan, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan birokrasi modern.

Menurutnya, Politeknik STIA LAN merupakan bagian dari perjalanan panjang pengembangan pendidikan aparatur di Indonesia yang telah dimulai sejak pembentukan Perguruan Tinggi Dinas Ilmu Administrasi Negara (PTDIAN) pada 1960, kemudian berkembang menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) LAN, hingga bertransformasi menjadi Politeknik STIA LAN pada 2021 sebagai bagian dari penyesuaian terhadap kebijakan pendidikan tinggi nasional.

“Kami terus melakukan transformasi, baik melalui penguatan kurikulum yang semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi digital maupun pembentukan karakter aparatur yang berintegritas. Inilah yang menjadi ciri khas Politeknik STIA LAN sebagai perguruan tinggi kedinasan yang menyiapkan SDM aparatur profesional untuk menjawab tantangan birokrasi masa depan,” ujar Kepala LAN RI, dicatat Tim Humas.

Lebih lanjut, ia berharap dukungan Komisi II DPR RI terhadap pengembangan Politeknik STIA LAN terus diperkuat agar institusi tersebut mampu menjalankan perannya sebagai pusat pengembangan kompetensi aparatur, khususnya bagi wilayah Indonesia Timur.

Forum Strategis Perkuat Kolaborasi Antar-Lembaga

Kunjungan kerja tersebut dipimpin Ketua Komisi II DPR RI Dr. Muh. Rifqinizamy Karsayuda didampingi Wakil Ketua Komisi II DPR RI Dr. Taufan Pawe, dan rombongan anggota Komisi II, serta diterima langsung oleh Kepala LAN RI Dr. Muhammad Taufiq, DEA.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sestama LAN RI Dr. Andi Taufik, Dir Politeknik STIA LAN Makassar Dr. Sulaeman Fattah, Kabag Umum Pusjar SKMP LAN Zulchaidir, S.Sos., MPA., Dirjen Kementerian Desa Dr. La Ode Ahmad, Ka Biro Admin & Keuangan IPDN, Budi Arwan, S.STP., M.Si., serta jajaran Badan Kepegawaian Negara (BKN) yang terdiri atas Deputi BKN dan Kepala Kantor Regional IV BKN Makassar.

Kegiatan tersebut juga dihadiri perwakilan Ikatan Alumni Politeknik STIA LAN Makassar, diantaranya Dr. Amson Padolo, yang saat ini menjabat sebagai Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Selatan.

Kehadiran para pemangku kepentingan dari unsur legislatif, kementerian, lembaga, dan alumni memperkuat dialog lintas sektor mengenai arah pengembangan pendidikan kedinasan dan peningkatan kualitas aparatur sipil negara.

Dari lingkungan akademik Politeknik STIA LAN Makassar, forum ini turut dihadiri para-Wakil Direktur, Ketua Jurusan, Ketua Program Studi, serta seluruh dosen. Diskusi berlangsung dalam kerangka ruang lingkup pengawasan Komisi II DPR RI yang meliputi urusan pemerintahan dalam negeri dan otonomi daerah, pertanahan dan reformasi agraria, serta pemberdayaan aparatur negara dan reformasi birokrasi.

Pertemuan tersebut menjadi wadah pertukaran pandangan mengenai penguatan tata kelola sekolah kedinasan, peningkatan legitimasi pendidikan aparatur, serta pengembangan kompetensi ASN yang adaptif terhadap kebutuhan birokrasi masa depan.

Perkuat Pendidikan Vokasi Aparatur

Selanjutnya, Direktur Politeknik STIA LAN Makassar Dr. Sulaeman Fattah memaparkan perkembangan institusi serta arah transformasi pendidikan yang tengah dijalankan. Ia menjelaskan bahwa Politeknik STIA LAN Makassar terus memperkuat posisinya sebagai perguruan tinggi vokasi kedinasan yang berorientasi pada kebutuhan birokrasi modern melalui penguatan kurikulum, peningkatan kualitas pembelajaran, serta kolaborasi dengan berbagai kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah.

Menurut Dr. Sulaeman Fattah, kampus ini mengembangkan pendidikan vokasi terapan melalui Program Studi Administrasi Negara, Administrasi Bisnis, Manajemen Sumber Daya Manusia Aparatur, dan Administrasi Pembangunan Nasional.

Melalui pendekatan pembelajaran berbasis praktik, Politeknik STIA LAN Makassar membekali mahasiswa dengan kompetensi profesional, kepemimpinan, dan etika pelayanan publik yang selaras dengan kebutuhan birokrasi serta tantangan pembangunan di masa depan.

Rangkaian kunjungan kerja Komisi II DPR RI di Politeknik STIA LAN Makassar menegaskan komitmen bersama antara DPR RI, Lembaga Administrasi Negara, Badan Kepegawaian Negara, Institut Pemerintahan Dalam Negeri, kementerian terkait, dan sivitas akademika dalam memperkuat ekosistem pengembangan sumber daya manusia aparatur.

Sinergi tersebut diharapkan mampu mendorong lahirnya birokrasi yang profesional, adaptif, berbasis merit, serta siap mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan yang efektif menuju Indonesia Emas 2045.

Adekamwa Humas Pusjar SKMP LAN

Exit mobile version