JAKARTA,UJUNGJARI.COM–Pemerintah membentuk lembaga baru. Namanya Universitas Republik Indonesia (URI). Rencananya kampus ini akan dibangun pada sepuluh lokasi di sejumlah kota di Indonesia.
Apa itu Universitas Republik Indonesia? Institusi baru ini berbeda dengan kebanyak kampus atau universitas lainnya. Jika di universitas umum pemimpinnya dinamai rektor, di URI kepalanya bernama gubernur.’
Presiden Prabowo Subianto, Rabu (22/7) lalu melantik Marsekal TNI (Purn) Donny Ermawan Taufanto sebagai pemimpin lembaga tersebut. Donny yang disebut sebagai Gubernur URI menjelaskan, Universitas Republik Indonesia adalah lembaga pendidikan bagi calon pejabat pemerintahan.
“Jadi Bapak Presiden ini sangat concern dengan sumber daya manusia, terutama untuk pemimpin Indonesia di masa depan khususnya,” jelas Donny seperti dikutip dari kompas.com.
Rencananya, pemerintah akan membangun 10 kampus URI yang yang terintegrasi dengan Lembaga Administrasi Negara (LAN). “Kemudian beliau (Presiden Prabowo Subianto) juga akan mendirikan 10 Universitas Republik Indonesia,” kata Donny.
Untuk saat ini pemerintah akan memanfaatkan lahan bekas perkebunan sawit di Bogor, Jawa Barat, untuk membangun salah satu kampus URI. Perkebunan sawit itu disebut milik PT Perkebunan Nusantara III (Persero) yang sudah tidak produktif lagi.
“Nanti gedungnya kita akan bangun ada tempat di daerah Bogor Utara di daerah Cikasungka,” ujar Donny.
Sedangkan untuk kantor sementara Universitas Republik Indonesia, pihaknya akan menggunakan bekas gedung Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di kawasan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat. “Kita akan pinjam sementara dua lantai,” ungkap Donny.
Universitas Republik Indonesia menurut dia adalah lembaga baru di bidang pendidikan ini akan berfokus ke pengembangan sumber daya manusia, terutama untuk mencetak pemimpin bangsa. Donny mengatakan, Prabowo ingin mengkonsolidasikan serta mengintegrasikan beberapa pendidikan yang sudah ada saat ini.
“Bapak Presiden menginginkan adanya pendidikan-pendidikan baik di tingkat SD, SMP, SMA, perguruan tinggi, dan juga di pemerintahan,” jelas Donny.
Universitas Republik Indonesia juga akan mengurusi Badan Pengelola Sekolah Unggulan, Badan Pengelola Perguruan Tinggi, dan Lembaga Administrasi Negara (LAN).
Adapun Badan Pengelola Sekolah Unggulan adalah institusi yang membina Sekolah Unggulan Garuda, program yang sudah ada sebelumnya. Ia menjelaskan, bentuk pembinaan pendidikan di URI akan berkaitan dengan pembinaaan aparatur sipil negara (ASN) dan juga untuk pegawai BUMN.
Donny menambahkan akan terintegrasi dari lulusan SMA yang bagus-bagus, kemudian akan masuk ke perguruan tinggi, dan kemudian masuk kepada pemerintahan ataupun kepada BUMN.
Tiru ENA di Prancis
Universitas Republik Indonesia ini mencontoh Prancis yang memiliki lembaga serupa, yakni L’École nationale d’administration (ENA) atau kini dikenal dengan nama Institut National du Service Public (INSP).
ENA adalah lembaga yang didirikan untuk mencetak para pemimpin, birokrat, dan presiden negara di Prancis.
“Dan inilah yang digagas oleh beliau seperti halnya negara-negara tetangga kita juga mempunyai lembaga yang seperti yang kita ciptakan ini, yaitu seperti halnya kalau di Prancis kita kenal ENA ataupun sekarang namanya INSP, itu adalah beberapa pejabat tinggi dari Perancis juga lulusan dari sekolah tersebut,” jelasnya
