SOPPENG, UJUNGJARI.COM – Pencarian terhadap seorang lanjut usia (lansia) bernama Nundu (71), warga Lingkungan Lalabenteng, Kelurahan Labessi, Kecamatan Marioriwawo, Kabupaten Soppeng, memasuki hari ketujuh pada Minggu (26/7/2026). Hingga kini, keberadaan korban masih belum diketahui.
Nundu dilaporkan hilang oleh pihak keluarga sejak sepekan lalu. Sejak hari pertama, Tim SAR Gabungan terus melakukan pencarian dengan menyisir area di sekitar rumah korban hingga beberapa kilometer dari lokasi.
Operasi pencarian melibatkan Basarnas, BPBD Kabupaten Soppeng, Polsek Marioriwawo, TNI, pemerintah setempat, serta masyarakat yang ikut membantu menyisir sejumlah titik yang dianggap berpotensi menjadi lokasi korban.
Anggota BPBD Soppeng, Akbar mengatakan, hilangnya Nundu hingga kini masih menjadi misteri karena belum ada petunjuk yang mengarah pada keberadaan korban.
“Hilangnya Nundu (71) memang penuh misteri. Sampai hari ketujuh ini belum ada tanda-tanda keberadaannya. Hari ini adalah hari terakhir pencarian, semoga ada titik terang,” ujarnya kepada Ujungjari.com.
Menurut Akbar, berbagai upaya telah dilakukan untuk menemukan korban. Selain pencarian oleh tim gabungan, pihak keluarga juga telah berusaha mencari dengan berbagai cara. Namun hingga kini hasilnya masih nihil.
Ia menegaskan, Tim SAR Gabungan tetap mengedepankan prosedur pencarian sesuai standar operasi dengan menyisir area-area yang dinilai berpotensi menjadi lokasi korban.
Rumah Nundu yang berada di kawasan kebun dan cukup jauh dari permukiman warga turut menyulitkan proses pencarian. Kondisi tersebut juga memunculkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat mengenai penyebab hilangnya korban.
Meski demikian, Akbar mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
“Berbagai dugaan berkembang di tengah masyarakat, termasuk soal hal-hal gaib. Tapi sampai saat ini kami masih fokus pada pencarian sesuai prosedur,” katanya.
Ia menjelaskan, apabila hingga hari ketujuh korban belum juga ditemukan, maka operasi SAR akan resmi ditutup sesuai prosedur. Namun, pencarian dapat dibuka kembali apabila ada permintaan dari keluarga atau ditemukan petunjuk baru yang dapat ditindaklanjuti.
Petugas juga mengimbau masyarakat yang memiliki informasi mengenai keberadaan Nundu agar segera melapor kepada pihak berwenang untuk membantu proses pencarian.
Kasus hilangnya Nundu menjadi perhatian masyarakat Soppeng. Keluarga berharap korban segera ditemukan agar ada kepastian mengenai nasibnya. (Daus)
