SIDENRENG RAPPANG, UJUNGJARI.COM — Mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Angkatan 69 Universitas Hasanuddin melaksanakan program kerja Deteksi, Telusuri, dan Taklukkan Kuman (Detektif Kuman) edukasi interaktif Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai upaya pencegahan diare pada anak Sekolah Dasar di UPT SDN 4 Sereang, Desa Sereang, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidenreng Rappang, Selasa (21/7/2026).
Program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan siswa dalam menerapkan PHBS, khususnya kebiasaan mencuci tangan pakai sabun untuk mencegah diare. Pelaksanaan program didasarkan pada tingginya beban kasus diare di wilayah Kecamatan Maritengngae.
Berdasarkan data SATUDATA Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang Tahun 2025, Kecamatan Maritengngae mencatat 507 kasus diare, jumlah tertinggi di antara 11 kecamatan di Kabupaten Sidenreng Rappang atau sekitar 16,8% dari total 3.024 kasus diare di tingkat kabupaten.
Mengingat UPT SDN 4 Sereang berada di wilayah kerja Puskesmas Maritengngae, edukasi PHBS sejak usia sekolah menjadi langkah promotif dan preventif yang penting untuk meningkatkan kesadaran siswa dalam menjaga kebersihan diri serta mengurangi risiko penularan penyakit diare.
Program dilaksanakan sebagai upaya promotif dan preventif untuk membentuk kebiasaan hidup bersih dan sehat sejak usia sekolah. Edukasi sejak dini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran siswa dalam menjaga kebersihan diri sehingga dapat mengurangi risiko penularan penyakit, terutama diare.
Kegiatan ini terlaksana berkat dukungan dan kerja sama yang baik dari pihak UPT SDN 4 Sereang, yang memfasilitasi pelaksanaan program mulai dari koordinasi, penyediaan tempat, hingga pendampingan selama kegiatan berlangsung.
Dukungan dari kepala sekolah dan para guru turut berperan dalam menciptakan suasana belajar yang kondusif sehingga seluruh rangkaian edukasi dapat berjalan dengan lancar dan diikuti secara aktif oleh para siswa.
Kegiatan diikuti oleh 28 siswa, terdiri atas 7 siswa kelas IV, 8 siswa kelas V, dan 13 siswa kelas VI.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pre-test, dilanjutkan penyampaian materi interaktif mengenai diare, penyebab penularan kuman, pentingnya PHBS, dan lima waktu penting mencuci tangan menggunakan sabun.
Untuk memperkuat pemahaman, siswa mengikuti Games Misi Detektif Kuman, demonstrasi dan praktik enam langkah cuci tangan, serta simulasi Glitter Germ yang memperlihatkan bagaimana kuman dapat menyebar melalui sentuhan.
Selama kegiatan berlangsung, siswa menunjukkan antusiasme yang tinggi dengan aktif mengikuti diskusi, permainan edukatif, serta praktik cuci tangan. Sebagai evaluasi, seluruh peserta mengikuti post-test, dan seluruh siswa mampu mempraktikkan enam langkah cuci tangan dengan benar sesuai tahapan yang telah didemonstrasikan.
Melalui program DETEKTIF KUMAN, diharapkan kebiasaan PHBS dapat diterapkan secara konsisten oleh siswa, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah, sebagai upaya mencegah diare dan mewujudkan lingkungan belajar yang lebih sehat.
