MAKASSAR,UJUNGJARI.COM– Ruang Teater Menara Phinisi Universitas Negeri Makassar (UNM), Kamis (30/7) mendadak riuh oleh tepuk tangan membanggakan. Suasana khidmat bercampur haru menyelimuti momen penting saat Prof. Dr. Sultan, M.Pd dikukuhkan sebagai guru besar dalam bidang Ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.
Pengukuhan ini bukan sekadar prosesi seremonial pertambahan gelar di depan nama. Bagi sivitas akademika UNM, momen ini adalah perayaan atas dedikasi panjang seorang pendidik yang tak pernah lelah merawat tradisi keilmuan dan literasi di Indonesia Timur.
Dalam sidang terbuka senat akademik, prosesi kalungan tanda jabatan profesor dilakukan langsung Plt Rektor UNM, Prof Dr Farida Patittingi disaksikan pimpinan universitas, anggota senat, kolega akademisi, serta keluarga besar Prof Sultan.
Senyum bangga tak lepas dari wajah para hadirin saat data diri dan riwayat pengabdiannya dibacakan Dekan FBS, Prof Dr Anshari.
Prof Sultan yang lahir di Soppeng, 12 Juni 1979 itu merintis karier dari bawah. Ia tidak ujuk-ujuk jadi dosen. Sebelum menjadi guru besar, Sultan mengawali pengabdiannya sebagai guru kecil di Sorowako. Tepatnya di sekolah Yayasan Pendidikan Sorowako (YPS) yang dibina PT Vale Indonesia.
Sultan menjadi dosen di UNM Makassar pada 2010. Beberapa tahun kemudian ia cuti mengajar karena melanjutkan pendidikan doktoral di Universitas Negeri Malang.
Dalam pidato orasi ilmiahnya, Prof Sultan menyampaikan gagasan mendalam mengenai transformasi pendidikan bahasa Indonesia di era digital. Wakil Dekan II FBS itu menyoroti pentingnya menjaga esensi daya kritis dan nilai budaya lokal di tengah gempuran arus informasi yang kian cepat.
“Bahasa bukan sekadar alat komunikasi, melainkan cermin peradaban dan alat berpikir kritis. Di era cerdas ini, tugas kita adalah memastikan generasi muda tidak hanya mahir membaca teks, tetapi juga cakap ‘membaca dunia’ dengan integritas,” katanya.
Rekam Jejak Dedikasi dan Kepemimpinan
Nama Prof Dr Sultan, M.Pd. bukanlah nama baru dalam panggung pendidikan nasional. Ia dikenal sebagai sosok yang hangat, komunikatif, dan tak segan merangkul para mahasiswa.
Prof Sultan juga memiliki rekam jejak panjang dalam dunia riset dan pengabdian masyarakat. Berbagai karya tulis ilmiah, buku, hingga program pengabdian berbasis literasi telah dilahirkan dari tangan dinginnya.
Gelar Profesor ini menjadi puncak dari komitmen tiada henti yang beliau dedikasikan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa melalui Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) UNM.
Pengukuhan Prof Sultan juga membawa energi positif bagi reputasi Universitas Negeri Makassar sebagai kampus berakreditasi Unggul. Bertambahnya jumlah Guru Besar diharapkan mampu mendongkrak kualitas riset, publikasi internasional, serta peningkatan mutu pembelajaran di lingkungan UNM.
Bagi mahasiswa dan peneliti muda.
Sosok Prof Sultan adalah bukti nyata bahwa ketekunan, konsistensi, dan kecintaan pada ilmu pengetahuan selalu membuahkan hasil yang manis. Momen hari ini di Menara Phinisi tidak hanya mencatat sejarah pribadi seorang Prof. Dr. Sultan, tetapi juga mengukir pilar baru bagi kemajuan pendidikan Indonesia.
