Site icon Ujung Jari

Cegah Penyakit Menular Sejak Dini, Mahasiswa KKN-PK Unhas Edukasi Siswa SD Terapkan Cuci Tangan Enam Langkah Melalui Program SECITA

SIDRAP,UJUNGJARI.COM–Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan salah satu upaya penting dalam mencegah penyebaran berbagai penyakit menular, terutama pada anak usia sekolah.

Salah satu bentuk PHBS yang paling sederhana namun memiliki manfaat besar adalah kebiasaan mencuci tangan menggunakan sabun dengan cara yang benar. Kebiasaan ini dapat membantu mencegah penularan berbagai penyakit, seperti diare, infeksi saluran pernapasan, dan penyakit infeksi lainnya yang masih sering ditemukan di masyarakat.

Sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Angkatan 69 Universitas Hasanuddin melaksanakan program edukasi bertajuk SECITA (Sehat Dengan Cuci Tangan): Penyuluhan Cuci Tangan 6 Langkah di dua sekolah dasar, yaitu UPT SD Negeri 3 Lainungan pada Selasa (28/7/2026) dan UPT SD Negeri 1 Lainungan, Sabtu (1/8/2026).

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai pentingnya mencuci tangan menggunakan sabun sebagai bagian dari Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) untuk mencegah penularan penyakit sejak usia dini.

Program tersebut merupakan salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN-PK Angkatan 69 Universitas Hasanuddin dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui edukasi kesehatan di lingkungan sekolah.

Penanggung jawab program kerja, Alvaro Imanuel Tenta, bersama tim KKN-PK Angkatan 69 Universitas Hasanuddin menyasar siswa UPT SD Negeri 3 Lainungan dan UPT SD Negeri 1 Lainungan sebagai kelompok yang perlu dibiasakan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat sejak dini, khususnya melalui kebiasaan mencuci tangan menggunakan sabun dengan teknik yang benar.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan pre-test untuk mengetahui tingkat pengetahuan awal siswa mengenai pentingnya mencuci tangan. Selanjutnya, mahasiswa memberikan edukasi secara interaktif mengenai pengertian cuci tangan, manfaat mencuci tangan menggunakan sabun, serta berbagai penyakit yang dapat dicegah melalui kebiasaan mencuci tangan yang benar.

Selain itu, siswa juga diberikan pemahaman mengenai waktu-waktu penting untuk mencuci tangan, yaitu sebelum dan sesudah makan, setelah buang air besar (BAB) dan buang air kecil (BAK), sebelum menyiapkan makanan, serta setelah memegang hewan atau benda yang kotor. Mahasiswa juga mempraktikkan enam langkah mencuci tangan yang benar dan mengajak seluruh siswa untuk mempraktikkannya secara langsung.

Setelah seluruh rangkaian penyuluhan selesai, siswa kembali mengikuti post-test sebagai bentuk evaluasi untuk mengetahui perubahan pengetahuan setelah mendapatkan materi.

Selama kegiatan berlangsung, siswa dari kedua sekolah menunjukkan antusiasme yang tinggi. Mereka aktif menjawab pertanyaan, mengikuti demonstrasi enam langkah cuci tangan, serta berpartisipasi dalam setiap sesi praktik yang diberikan.

Penanggung jawab program kerja, Alvaro Imanuel Tenta, menyampaikan bahwa membiasakan cuci tangan sejak usia sekolah merupakan investasi penting dalam membentuk perilaku hidup sehat.

“Melalui program SECITA, kami ingin menanamkan kebiasaan sederhana yang memiliki manfaat besar bagi kesehatan. Dengan memahami kapan harus mencuci tangan dan bagaimana cara mencuci tangan yang benar, diharapkan siswa dapat melindungi dirinya dari berbagai penyakit serta menjadi contoh bagi keluarga dan teman-temannya untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat,” ujarnya.

Kegiatan ini juga mendapat tanggapan positif dari para siswa. Salah seorang siswa UPT SD Negeri 1 Lainungan mengungkapkan bahwa kegiatan yang diberikan berlangsung menyenangkan dan mudah dipahami.

“Kegiatannya bagus dan kami jadi tahu cara cuci tangan yang benar,” ungkapnya.

Tanggapan tersebut menunjukkan bahwa penyampaian materi melalui demonstrasi langsung dan metode interaktif mampu meningkatkan pemahaman siswa terhadap pentingnya menjaga kebersihan tangan dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui program SECITA (Sehat Dengan Cuci Tangan), mahasiswa KKN-PK Angkatan 69 Universitas Hasanuddin berharap siswa UPT SD Negeri 3 Lainungan dan UPT SD Negeri 1 Lainungan dapat menerapkan kebiasaan mencuci tangan secara rutin dan benar, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah. Selain itu, siswa diharapkan dapat menjadi pelopor dalam mengajak keluarga dan teman sebaya untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat sebagai langkah sederhana dalam mencegah berbagai penyakit menular.

Program SECITA juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui upaya promotif dan preventif dalam pencegahan penyakit menular, SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui pemberian edukasi kesehatan kepada anak usia sekolah, serta SDG 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak) melalui peningkatan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan tangan sebagai bagian dari sanitasi dan perilaku hidup sehat.

Exit mobile version