Site icon Ujung Jari

Mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Unhas Edukasi Rabies kepada Siswa SD di Desa Lainungan

SIDRAP,UJUNGJARI.COM–Rabies merupakan penyakit yang masih menjadi perhatian dalam bidang kesehatan masyarakat karena dapat menular dari hewan kepada manusia dan berakibat fatal apabila tidak segera ditangani.

Salah satu kelompok yang berisiko mengalami gigitan hewan adalah anak-anak usia sekolah dasar, mengingat mereka sering bermain di luar rumah dan berinteraksi dengan hewan peliharaan maupun hewan liar.

Sebagai bentuk upaya promotif dan preventif, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Angkatan 69 Universitas Hasanuddin melaksanakan program edukasi “Ayo Kenali dan Cegah Rabies” di UPT SD Negeri 3 Lainungan pada 28 Juli 2026 dan UPT SD Negeri 1 Lainungan pada 1 Agustus 2026. Kegiatan ini dirancang untuk membekali siswa dengan pengetahuan dasar mengenai rabies melalui metode pembelajaran yang menyenangkan dan mudah dipahami.

Program kerja yang diprakarsai oleh Ayniyya Nabilah Ghinayah bersama tim KKN-PK desa Lainungan Kecamatan Watang Pulu ini mengangkat pendekatan One Health, yaitu konsep yang menekankan keterkaitan antara kesehatan manusia, kesehatan hewan, dan lingkungan. Melalui pendekatan tersebut, siswa diajak memahami bahwa menjaga kesehatan hewan peliharaan juga merupakan bagian dari upaya melindungi kesehatan manusia.

Sebelum penyampaian materi dimulai, seluruh peserta terlebih dahulu mengikuti pre-test guna mengetahui tingkat pemahaman awal mengenai rabies. Selanjutnya, mahasiswa memberikan materi menggunakan media poster, gambar ilustrasi, demonstrasi, dan permainan edukatif sehingga suasana belajar menjadi lebih interaktif.

Materi yang disampaikan meliputi pengenalan rabies sebagai penyakit yang disebabkan oleh virus, cara penularannya melalui gigitan atau cakaran hewan yang terinfeksi, jenis-jenis hewan yang berpotensi menularkan rabies, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.

Siswa juga diberikan pemahaman bahwa mereka tidak perlu takut terhadap semua hewan, tetapi harus mengetahui cara berinteraksi dengan aman dan bertanggung jawab.

Salah satu materi yang paling ditekankan adalah tindakan pertama setelah terjadi gigitan hewan. Melalui simulasi sederhana, siswa diajarkan pentingnya segera mencuci luka menggunakan air mengalir dan sabun selama 15 menit, kemudian segera melapor kepada orang tua atau guru agar dapat memperoleh penanganan medis di fasilitas kesehatan.

Untuk mengukur efektivitas penyuluhan, kegiatan ditutup dengan pelaksanaan post-test. Selain itu, mahasiswa juga mengadakan kuis dan permainan yang membuat siswa lebih aktif berpartisipasi selama kegiatan berlangsung. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya siswa yang mengajukan pertanyaan, menjawab kuis, dan berani mempraktikkan kembali langkah-langkah pertolongan pertama yang telah dipelajari.

Penanggung jawab program, Ayniyya Nabilah Ghinayah, menyampaikan bahwa edukasi sejak usia dini merupakan salah satu langkah penting dalam mendukung pengendalian rabies di masyarakat.

“Kami berharap melalui kegiatan ini anak-anak tidak hanya mengetahui apa itu rabies, tetapi juga mampu menerapkan perilaku yang aman saat berinteraksi dengan hewan. Pengetahuan sederhana seperti mencuci luka dengan sabun setelah gigitan hewan dapat menjadi langkah awal yang sangat penting dalam mencegah rabies,” ujarnya.

Guru-guru di kedua sekolah juga memberikan apresiasi terhadap kegiatan tersebut. Menurut mereka, materi yang dikemas secara interaktif membuat siswa lebih mudah memahami informasi dan berani bertanya mengenai hal-hal yang sebelumnya belum mereka ketahui.

Melalui program Ayo Kenali dan Cegah Rabies, mahasiswa KKN-PK desa Lainungan Universitas Hasanuddin berharap siswa siswi dapat menjadi penyampai informasi di lingkungan keluarga dan sekitarnya. Dengan meningkatnya pemahaman anak-anak mengenai rabies, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan penyakit zoonosis juga semakin baik.

Kegiatan ini mendukung implementasi Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui peningkatan literasi kesehatan masyarakat, SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui edukasi kesehatan berbasis sekolah, serta SDG 15 (Ekosistem Daratan) melalui peningkatan kesadaran tentang pentingnya menjaga kesehatan hewan sebagai bagian dari kehidupan yang berkelanjutan.

Exit mobile version