MAKASSAR,UJUNGJARI.COM–Pasangan suami istri, Prof Dr Muhamamd Rais dan Prof Dr Farida Aryani terharu saat dikukuhkan sebagai guru besar dalam sidang senat luar biasa Universitas Negeri Makassar (UNM) akhir Juli lalu. Pengukuhan dilakukan Plt Rektor UNM, Prof Dr Farida Patittingi di Menara Pinisi UNM.
Prof Rais dan Prof Farida merupakan guru besar UNM dari fakultas berbeda. Rais merupakan guru besar Fakultas Teknik sedangkan Farida guru besar bimbingan konseling di Fakultas Ilmu Pendidikan.
Saat pengukuhan, Prof Rais menyampaikan orasi berjudul model pembelajaran transformatif terintegrasi Project-Based Learning dan pembelajaran daring pntuk penguatan keterampilan belajar abad ke-21.
Dalam paparannya, Rais mengatakan transformasi pendidikan pada era digital telah mengubah paradigma pembelajaran dari yang semula berorientasi pada transfer pengetahuan menjadi proses yang menekankan pengembangan kompetensi, karakter, dan keterampilan belajar abad ke-21.
Menurut dia, perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah menghadirkan berbagai peluang untuk menciptakan pembelajaran yang lebih fleksibel, kolaboratif, dan berpusat pada peserta didik.
Namun demikian, berbagai tantangan masih dihadapi dunia pendidikan, antara lain rendahnya kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, kolaborasi, serta belum optimalnya pemanfaatan teknologi digital sebagai sarana membangun pengalaman belajar yang bermakna.
“Gagasan untuk menerapkan model pembelajaran transformatif yang mengintegrasikan Project-Based Learning (PjBL) dengan pembelajaran daring sebagai strategi penguatan keterampilan belajar abad ke-21 ke dalam praktek pembelajaran ,menjadi suatu keniscayaan,” katanya.
Gagasan ini dimaksudkan untuk menganalisis Model Pembelajaran Transformatif yang terintegrasi dengan Project-Based Learning (PjBL) dan pembelajaran daring dalam membangun kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, komunikasi, literasi digital, serta soft skills pemelajar.
Sementara itu Prof Farida dalam orasi guru besarnya memperkenalkan inovasi Teman Karier Inklusi.
Farida menjelaskan bahwa Teman Karir Inklusi merupakan ekosistem konseling digital yang bertujuan untuk membantu generasi muda mengenali potensi diri, memperkuat keyakinan terhadap kemampuan, serta membangun karier yang lebih bermakna.
“Karier yang bermakna lahir ketika seseorang mengenali dirinya, percaya pada kemampuannya, dan terus merawat makna dalam hidupnya,” ujarnya.
Pengukuhan pasangan suami-istri sebagai guru besar secara bersamaan sejatinya adalah peristiwa langka di dunia akademik. Di UNM Makassar, peristiwa unik ini baru dua kali. Sebelumnya pasangan Prof Dr Idris Arief dan Prof Dr Rabiatun Idris juga dikukuhkan sebagai guru besar secara bersamaan belasan tahun yang lalu.
Yang terang, pasangan Rais-Farida yang dikukuhkan sebagai guru besar secara bersamaan menjadi inspirasi bagi dosen dan akademisi muda. Tidak saja dosen dan akademisi di UNM, tetapi juga dosen dan akademisi di kampus lainnya di Indonesia
