GOWA, UJUNGJARI.COM — Ada tiga poin dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan dan akuntabel melalui penguatan sistem pengawasan serta pencegahan kerugian daerah.
Tiga poin itu adalah mampu menjaga integritas, mampu mengelola risiko dan mampu mempertanggungjawabkan setiap penggunaan keuangan daerah kepada masyarakat.
Tiga poin ini dipaparkan Wakil Bupati Gowa Darmawangsyah Muin (DM) saat hadir membuka seminar bertajuk ‘Penguatan Komitmen Bersama: Strategi Efektif Pencegahan dan Pemulihan Kerugian Daerah’ yang diselenggarakan Inspektorat Daerah Kabupaten Gowa di Hotel Mercure Makassar pada Jumat (7/8) lalu.
Pada kesempatan itu, DM menyebutkan bahwa tiga mampu yang disebutkannya adalah fondasi utama dalam membangun pemerintahan yang dipercaya publik.
Wakil Bupati Gowa Darmawangsyah Muin mengapresiasi Inspektorat Daerah Kabupaten Gowa yang menginisiasi kegiatan tersebut. Bahkan menurutnya, tema seminar sangat relevan dengan tantangan penyelenggaraan pemerintahan yang semakin kompleks dan menuntut setiap perangkat daerah mampu membangun sistem pengendalian yang efektif serta mengedepankan prinsip akuntabilitas.
“Tata kelola pemerintahan yang baik tidak hanya diukur dari keberhasilan melaksanakan program pembangunan tapi juga dari kemampuan menjaga integritas, mengelola risiko dan mempertanggungjawabkan setiap penggunaan keuangan daerah kepada masyarakat. Inilah fondasi utama dalam membangun pemerintahan yang dipercaya publik,” ujar DM, sapaan popular Wabup Gowa dihadapan para peserta seminar terdiri dari 54 pimpinan SKPD, empat staf ahli bupati serta enam kepala bagian di lingkup Pemerintah Kabupaten Gowa.
Sebelum menyampaikan materi penting tentang pengawasan dan pencegahan, Wabup DM menegaskan seluruh perangkat daerah hingga tingkat kecamatan harus menjadikan kepatuhan terhadap regulasi, penguatan sistem pengendalian intern serta penerapan manajemen risiko sebagai bagian yang tidak terpisahkan dalam setiap tahapan pembangunan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga evaluasi.
Menurutnya, paradigma pengawasan kini telah berubah. Pengawasan tidak lagi berorientasi pada penemuan kesalahan tapi menjadi instrumen peringatan dini untuk memperbaiki tata kelola organisasi dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.
“Saya ingin seluruh pimpinan perangkat daerah memiliki cara pandang yang sama bahwa pengawasan bukan untuk mencari kesalahan, melainkan menjadi mitra strategis dalam memperbaiki tata kelola pemerintahan. Dengan begitu, setiap potensi persoalan dapat dicegah sejak dini sehingga pelayanan kepada masyarakat semakin berkualitas,” tandas Wabup.
Lebih lanjut, Darmawangsyah berharap seminar tersebut tidak berhenti sebagai forum diskusi tapi menghasilkan langkah-langkah nyata yang dapat diterapkan di seluruh perangkat daerah guna memperkuat budaya antikorupsi, meningkatkan disiplin aparatur serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap Pemerintah Kabupaten Gowa.
Sementara itu, Inspektur Inspektorat Daerah Kabupaten Gowa Syahrul Syahrir, dalam laporannya menyampaikan bahwa seminar tersebut diselenggarakan sebagai wadah untuk memperkuat komitmen seluruh pimpinan perangkat daerah dalam memitigasi risiko pengelolaan keuangan serta mempercepat proses pemulihan apabila terjadi kerugian daerah.
“Seminar ini kami harapkan menjadi media penguatan komitmen para pimpinan SKPD dalam memitigasi risiko keuangan daerah sekaligus mempercepat pemulihan kerugian daerah melalui tata kelola yang semakin baik,” jelas Syahrul.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga bertujuan memberikan pemahaman yang komprehensif kepada seluruh pimpinan perangkat daerah mengenai strategi pencegahan penyimpangan keuangan daerah, penguatan sistem pengendalian intern, hingga mekanisme penyelesaian dan pemulihan kerugian daerah sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
“Pemerintah Kabupaten Gowa berharap lahir kesamaan persepsi dan penguatan sinergi antarperangkat daerah dalam membangun sistem pengelolaan keuangan yang lebih transparan, akuntabel. Selain itu mampu meminimalkan potensi kerugian daerah demi mewujudkan tata kelola pemerintahan yang profesional dan berintegritas. –
