MAKASSAR, UJUNGJARI.COM – Kompetisi Super League 2026/2027 akan segera bergulir. Namun, sejumlah klub peserta hingga kini masih terkesan adem ayem dalam aktivitas bursa transfer.
Di tengah kontestan lain yang mulai gencar memperkenalkan pemain anyar, tiga klub justru belum mengumumkan rekrutan baru mereka.
Situasi tersebut membuat suporter mulai bertanya-tanya mengenai kekuatan tim kesayangannya menghadapi musim baru.
Apalagi, persaingan Super League musim 2026/2027 diprediksi berlangsung ketat.
Klub-klub peserta berlomba membangun skuad terbaik sejak masa persiapan.
Berikut tiga klub yang sejauh ini masih belum memperkenalkan amunisi barunya.
1. Java United FC
Java United FC bukanlah pendatang baru di kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Klub ini merupakan hasil perubahan nama, identitas, dan markas dari Malut United yang sebelumnya bermarkas di Ternate, Maluku Utara.
Setelah berpindah markas ke Jawa Tengah, Java United FC memulai era baru dengan menunjuk Fabio Lefundes sebagai pelatih.
Meski identitas klub dan jajaran pelatih sudah diperkenalkan, belum ada nama pemain yang diumumkan secara resmi sebagai bagian dari skuad Java United FC untuk musim 2026/2027.
Baik pemain yang dipertahankan dari klub sebelumnya maupun rekrutan anyar masih belum diumumkan ke publik.
Kondisi tersebut membuat suporter masih harus menunggu komposisi skuad yang akan dibawa Laskar Kepodang Emas menghadapi kompetisi musim depan.
2. PSM Makassar
PSM Makassar juga menjadi salah satu klub yang pergerakannya dinantikan. Hingga saat ini, Juku Eja belum memperkenalkan rekrutan anyar untuk menghadapi Super League 2026/2027.
Situasi tersebut cukup mengkhawatirkan karena PSM justru kehilangan sejumlah pemain penting pada bursa transfer kali ini.
Beberapa nama yang telah meninggalkan skuad Juku Eja antara lain Syahrul Lasinari, Ricky Pratama, Reza Arya, Victor Dethan, Dzaky Ashraf hingga bek asing Yuran Fernandes.
Kehilangan sejumlah pemain tersebut membuat kebutuhan PSM untuk segera mendatangkan pemain baru semakin mendesak.
Para suporter pun mulai mempertanyakan strategi manajemen dalam membangun skuad musim depan.
Selain persoalan komposisi tim, PSM juga masih tercantum dalam daftar FIFA Registration Ban. Kondisi tersebut tentu menjadi tantangan tersendiri bagi klub dalam melakukan aktivitas pendaftaran pemain baru.
Dengan kompetisi yang semakin dekat, publik Makassar kini menantikan kepastian mengenai langkah PSM di bursa transfer.
3. Persijap Jepara
Persijap Jepara menghadapi situasi yang tak kalah mengkhawatirkan. Klub berjuluk Laskar Kalinyamat itu hingga kini belum menunjukkan geliat yang meyakinkan menjelang Super League 2026/2027.
Bukan hanya belum memperkenalkan pemain anyar, Persijap juga belum terlihat aktif dalam agenda pramusim.
Aktivitas klub di media sosial pun terbilang minim. Akun Instagram Persijap bahkan tidak banyak memberikan informasi terbaru, termasuk mengenai agenda latihan tim.
Situasi ini semakin menjadi perhatian karena sebelumnya Persijap sempat dikaitkan dengan persoalan finansial yang berpotensi menghambat persiapan menghadapi musim baru.
Para pendukung Laskar Kalinyamat pun mulai resah dan menunggu kepastian mengenai kesiapan klub menghadapi persaingan di kasta tertinggi.
Dengan waktu menuju kick-off Super League 2026/2027 yang semakin dekat, ketiga klub tersebut dituntut segera memberikan kejelasan.
Bukan hanya soal siapa pemain baru yang akan datang, tetapi juga bagaimana kesiapan tim secara keseluruhan untuk menghadapi kompetisi yang dipastikan berlangsung sengit.
Bagi suporter, pengumuman pemain baru bukan sekadar formalitas. Kehadiran amunisi anyar menjadi salah satu indikator keseriusan klub dalam membangun skuad kompetitif untuk musim 2026/2027. (drw)
