GOWA, UJUNGJARI.COM — Puluhan relawan terdiri dari pengurus PMI dan PMR berbagai sekolah tingkatan SMA se Gowa mengikuti Lokalatih (lokakarya dan pelatihan) Penguatan Sumber Daya Manusia Tenaga Sukarelawan.
Kegiatan ini berlangsung dua hari digelar di Markas PMI Kabupaten Gowa pada Jumat-Sabtu (7-8/8). Pada kegiatan ini bukan hanya relawan yang dihadirkan tapi juga pembina dan anggota PMR (Palang Merah Remaja).
Ketua panitia pelaksana kegiatan Muh Rusdy Alamsyah, Minggu (9/8/ mengatakan, pada kegiatan ini, para tenaga sukarelawan yang terlibat merupakan para pembina PMR yang berperan aktif dalam membimbing anggota PMR di unit masing-masing.
Rusdy mengatakan, pelatihan intensif ini menjadi program lanjutan dari PMI Gowa yang difokuskan pada peningkatan kapasitas serta penguatan peran serta, baik bagi para pembina PMR maupun anggota PMR tingkat SMA kelas 12.
Pembinaan ini pula tambah Rusdy sebagai tindaklanjut bagi para PMR menjadi calon relawan muda yang akan direkrut dalam upaya mitigasi dan kesiapsiagaan bencana di Kabupaten Gowa.
“Alhamdulillah, kegiatan yang kami gelar ini intens kami lakukan tak lain untuk selalu mensiagakan peran para relawan. Jadi mereka selalu siap siaga dalam kondisi apapun. Karena itu pelatihan berkala ini menjadi satu hal penting yang intens dilakukan, ” kata Rusdy.
Sementara itu Ketua PMI Kabupaten Gowa Abd Rauf Malaganni Krg Kio mengatakan, pembentukan relawan muda yang tangguh merupakan investasi penting bagi keselamatan masyarakat, mengingat Kabupaten Gowa memiliki keragaman potensi kebencanaan yang memerlukan kesiapsiagaan tinggi sejak dini.
”Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan teknis biasa tapi sebuah langkah strategis dalam mencetak generasi muda yang memiliki jiwa kemanusiaan tinggi dan siap diterjunkan kapan saja. Anak-anak PMR ini adalah estafet kepemimpinan relawan kita di masa depan yang akan menjadi garda terdepan dalam mitigasi dan kesiapsiagaan bencana di Gowa,” kata Ketua PMI Gowa.
Mantan Wakil Bupati Gowa dua periode ini menekankan bahwa seluruh relawan PMI maupun PMR harus selalu sigap dan siaga kapan saja dan dimana saja.
“Potensi bencana tidak menunggu pengaturan, tidak mengenal waktu, tapi butuh keseriusan dan kesolidan sebagai penolong di kala darurat. Makanya, menjadi seorang relawan harus menanamkan dalam diri bahwa kepentingan kemanusiaan di atas segala-segalanya. Itulah setiap berkala, para relawan dan anggota PMR selalu dilatih agar selalu siap siaga dalam kondisi apapun, ” tandas Karaeng Kio, nama khas Abd Rauf Malaganni ini.
Dikatakannya juga bahwa kegiatan ini adalah salah satu optimalisasi mitigasi bencana sebagai upaya mengurangi risiko dan dampak buruk dari suatu bencana.
Senada dengan hal tersebut, Dirga Agussalim selaku Penanggung Jawab Kegiatan menegaskan bahwa materi yang diberikan selama dua hari dirancang komprehensif, mulai dari simulasi penanganan darurat, pertolongan pertama, hingga penguatan koordinasi antara Pembina dan sukarelawan.
”Kami memastikan seluruh peserta, baik Pembina maupun adik-adik PMR, mendapatkan materi yang aplikatif dan sesuai dengan standar operasional di lapangan. Antusiasme para peserta sangat tinggi dan kami optimistis mereka siap menjadi agen perubahan dalam membangun budaya siaga bencana di sekolah maupun lingkungan masyarakat mereka masing-masing,” kata Dirga.
Terpisah Kepala Markas Cabang PMI Gowa Usman Baddu menambahkan, digelarnya Lokalatih gabungan ini, PMI Gowa berharap sinergi antara tenaga sukarelawan (Pembina PMR) dan PMR semakin solid, sehingga jejaring siaga bencana di tingkat lokal semakin siap menghadapi segala kemungkinan darurat secara cepat, tepat dan terkoordinasi. –
