GOWA, UJUNGJARI.COM — Sedikitnya 30 anggota Palang Merah Indonesia Kabupaten Gowa tingkatan PMR (Palang Merah Remaja) dan pembina PMR di tingkat SMA dan sederajat mengikuti pelatihan Jurnalistik, Kehumasan dan Media bagi Pembina dan PMR yang berlangsung di gedung PMI Kabupaten Gowa pada 7-9 Agustus 2026.
Pelatihan yang dilaksanakan tiga hari mulai Jumat hingga Minggu kemarin diisi dengan penyampaian materi terkait tema kegiatan baik tentang kehumasan, cara membuat penulisan dan etika jurnalistik serta penggunaan media sosial secara bijak.
Muh Rusdi Alamsyah selaku ketua panitia pelaksana mengatakan, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas pembina dan pengurus PMR di sekolah. Salah satunya adalah teknik publikasi informasi.
“Kami ingin para anggota PMR maupun jajaran pembina PMR dk sekolah agar mampu menjadi pengelola informasi sekolah dengan memenuhi unsur kejurnalistikan, mengetahui alur kehumasan, literasi digital, serta penggunaan media secara bijak agar tetap menjaga citra baik sekolah dan Palang Merah di masyarakat, ” kata Rusdi.
Dikatakannya pelatihan jurnalistik ini sangat penting sebagai dasar bagi para anggota PMR untuk memiliki kemampuan bukan hanya untuk berkomunikasi dengan bahasa baik dan beretika, juga cara menyampaikan informasi dengan baik, benar dan bijak.
“Jadi dari hari pertama, peserta kami berikan materi sesuai tema kegiatan. Jadi kami hadirkan narasumber dari pelaku profesi jurnalis, kami juga hadirkan narasumber yang berasal dari lingkup sosial masyarakat tentang bagaimana anggota PMR berinteraksi dengan masyarakat tentunya dengan bahasa-bahasa yang etis, ” jelas Rusdi.
Ketua PMI Cabang Gowa Abd Rauf Malaganni Krg Kio mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan para pengurus PMI Gowa.
Cara ini diakui Krg Kio (sapaan khas Abd Rauf Malaganni) sebagai metode terbaik memberikan bekal pengetahuan bagi para anggota PMI dan PMR yang bukan hanya dari fungsi utama sebagai pemberi pertolongan pertama pada bencana, kecelakaan, dan lainnya.
“Anggota PMI, KSR hingga PMR itu harus punya skill selain fungsi utama sebagai relawan penolong kemanusiaan. Cara berkomunikasi yang baik, yang etis harus dimiliki setiap anggota palang merah. Apalagi memberikan informasi ke masyarakat dengan baik dan benar. Tentu ini penting mereka dibekali cara membuat berita untuk menyampaikan informasi, cara membuat video kegiatan, ataukah cara mengeksplore kegiatan penanganan bencana alam baik bencana longsor, banjir, angin kencang atau kejadian-kejadian bencana lainnya, ” terang mantan Wakil Bupati Gowa ini.
Salah seorang peserta pelatihan yakni Sukma (pembina PMR SMAN 20 Gowa) mengaku sangat senang dengan digelarnya kegiatan pelatihan ini oleh PMi Gowa.
Menurut Sukma, hal utama yang bisa dilakukan karena dirinya maupun anak-anak didiknya yang menjadi anggota PMR mampu mengaplikasikan ilmu yang diperolehnya selama tiga hari pelatihan.
“Ini sangat bagus menurut saya karena kami sebagai peserta mendapatkan ilmu tambahan tentang bagaimana cara menulis pemberitaan yang terkait kegiatan kami di lingkup PMR sekolah. Juga bagaimana membuat konten kegiatan PMR di sekolah sehingga PMI atau PMR daerah lain tahu keaktifan PMR SMAN 20 Gowa. Alhamdulillah terima kasih ilmu jurnalistik dari narasumber yang ada, ” kata Sukma. –
