SIDRAP, UJUNGJARI.COM — Darmawangsyah Muin mengatakan Kabupaten Sidrap menjadi salah satu daerah yang dinilai sangat eksis dalam pembinaan keolahragaan. Terbukti, dari berbagai proses yang dilakukan, menunjukkan hasil yang signifikan.
Salah satunya adalah pada saat Pekan Olahraga, Seni dan Pembelajaran (Porsenijar) awal Juli 2026, Sidrap berhasil keluar sebagai juara umum sekaligus memutus dominasi Makassar.
Capaian itu mendapat perhatian khusus Darmawangsyah Muin selaku Ketua KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia) Provinsi Sulsel.
DM, demikian sapaan khas Wabup Gowa tersebut, menilai bahwa prestasi tersebut menjadi indikator bahwa daerah dengan sumber daya yang tidak sebesar kota-kota besar lainnya tetap mampu bersaing ketika pembinaan dilakukan secara serius.
DM pun memberikan apresiasi terhadap perhatian Pemerintah Kabupaten Sidrap di bawah kepemimpinan Bupati Syaharuddin Alrif terhadap perkembangan olahraga yang kian maju.
Kendati begitu, DM mengingatkan prestasi tidak boleh diukur dari seberapa besar anggaran yang tersedia. Justru menurutnya, komitmen pengurus, kualitas pembinaan dan keberanian melakukan terobosan menjadi faktor yang menentukan.
“Jelasnya, ini bukan dilihat dari banyaknya anggaran yang membuat kita berprestasi, tapi kesungguhan kita melakukan pembinaan dari segala lini. Saya pun ingin organisasi olahraga tidak terlalu bergantung pada APBD, tapi membangun jejaring pendanaan dengan dunia usaha dan pihak swasta lainnya. Keterbatasan fiskal pemerintah daerah tidak boleh otomatis menjadi batas bagi seorang atlet untuk berprestasi. Keterbatasan pemerintah daerah tidak boleh menghalangi prestasi olahraga di Sulawesi Selatan, utamanya di Kabupaten Sidrap ini,” tegas DM.
Ditangan DM, KONI daerah didorong lebih kreatif membangun kerja sama dan sponsorship. Pendekatan tersebut dinilai penting agar pembinaan atlet tidak terhenti hanya karena keterbatasan anggaran pemerintah.
Dalam konteks kepemimpinannya di KONI Sulsel, DM juga mulai menempatkan prestasi atlet sebagai prioritas utama. Atlet yang mampu menunjukkan prestasi di Porprov akan mendapat peluang untuk dibawa ke level yang lebih tinggi.
“Siapa pun yang punya prestasi di Porprov akan kita bawa, kita masukkan ke klub dan kita fasilitasi untuk bertanding di jenjang lebih tinggi,” kata DM.
Pernyataan itu memperlihatkan ambisi DM membangun jalur prestasi yang lebih jelas bagi atlet daerah. DM tak ingin memposisikan Porprov hanya sebagai kompetisi antarkabupaten, tapi sebagai salah satu pintu seleksi menuju jenjang prestasi yang lebih tinggi.
Sementara itu Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif meminta pengurus KONI yang baru dilantik mampu membawa perubahan terhadap posisi Sidrap dalam peta olahraga Sulsel.
Syaharuddin mengingatkan hasil Porprov 2022 ketika kontingen Sidrap hanya berada di peringkat ke-24. Posisi tersebut, menurutnya, harus menjadi titik evaluasi untuk menatap Porprov 2026.
“Dulu di Porprov 2022 kontingen Sidrap berada di peringkat ke-24. Tahun ini harus meningkat. Kita menatap Porprov dan harus berada di papan atas, atau minimal di papan tengah,” harap Syaharuddin kepada para pengurus KONI Sidrap.
Ketua KONI Sidrap Sahabuddin menjelaskan, persiapan menghadapi Porprov 2026 telah dilakukan melalui proses seleksi dan kualifikasi.
Dari 29 cabang olahraga prestasi yang mengikuti seleksi dan kualifikasi Porprov pada 2025, sebanyak 25 cabang olahraga berhasil meloloskan atletnya. Jumlahnya mencapai 299 atlet. Jumlah ini menjadi modal awal bagi kepengurusan baru untuk membuktikan target peningkatan prestasi atlet yang telah dicanangkan.
Pelantikan pengurus KONI Sidrap masa bakti 2025-2029 dihelat di Aula Saromase, Kompleks SKPD Sidrap pada Senin (10/8). Pelantikan ini dilakukan Ketua KONI Sulsel dihadiri sejumlah pengurus KONI Sulsel. –
