SINJAI,UJUNGJARI.COM – Sinjai Culture Fest (SCF) 2026 resmi dimulai di kawasan cagar budaya Benteng Balangnipa, Rabu (12/8/2026) malam. Festival yang digelar Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Sinjai tersebut menjadi ruang untuk memperkenalkan sekaligus melestarikan kekayaan budaya daerah.
Ketua DPRD Sinjai, Andi Jusman, turut hadir dalam pembukaan dan menegaskan pentingnya SCF sebagai momentum menjaga identitas budaya Sinjai.** Menurutnya, festival budaya tersebut tidak boleh hanya menjadi agenda seremonial tahunan.
“Event ini bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan sebuah momentum krusial untuk menegaskan kembali identitas, melestarikan kekayaan tradisi, dan menjaga warisan leluhur Bumi Panrita Kitta agar tidak tergerus oleh zaman,” ujar Andi Jusman.
Ia mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk terus mengenal, mencintai dan menjaga budaya daerah di tengah perkembangan zaman.
“Saya mengajak seluruh masyarakat untuk bangga terhadap budaya sendiri. Mari kita jadikan kebudayaan sebagai fondasi dalam bertindak dan berinovasi,” tambahnya.
Pembukaan SCF 2026 dilakukan oleh Bupati Sinjai, Hj. Ratnawati Arif. Ia menekankan pentingnya festival tersebut sebagai sarana memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada masyarakat yang lebih luas.
Perhelatan SCF 2026 juga menjadi wadah bagi pelaku ekonomi kreatif dan UMKM lokal untuk memperkenalkan produk mereka. Selain itu, kegiatan tersebut turut dirangkaikan dengan semarak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Malam pembukaan di Benteng Balangnipa dihadiri Wakil Bupati Sinjai Andi Mahyanto Mazda, unsur Forkopimda, pimpinan BUMN/BUMD, para asisten dan staf ahli Bupati, kepala OPD, camat dan lurah, Ketua TP-PKK Sinjai, perwakilan Poltekpar Makassar, tokoh budaya serta ratusan pelaku ekonomi kreatif.
Kehadiran Ketua DPRD Sinjai bersama jajaran pemerintah daerah dalam pembukaan tersebut turut memperlihatkan dukungan terhadap pelestarian budaya sekaligus pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Kabupaten Sinjai.
