Site icon Ujung Jari

Polisi Amankan Tengkorak di Kebun Labessi, Identitasnya Tunggu Hasil Tes DNA

SOPPENG, UJUNGJARI.COM – Penemuan tengkorak manusia di sebuah kebun di Lingkungan Lalabenteng, Kelurahan Labessi, Kecamatan Marioriwawo, Kabupaten Soppeng, Selasa (11/8/2026), membuka titik terang dalam kasus hilangnya seorang lansia bernama Nundu (71).

Tengkorak tersebut ditemukan warga di kebun milik Saharuddin yang lokasinya tidak jauh dari kediaman Nundu. Perempuan lanjut usia itu sebelumnya dilaporkan hilang sejak Minggu, 19 Juli 2026.

Penemuan bermula sekitar pukul 09.30 WITA. Saat itu, Lanangi bersama keluarganya sedang melakukan pencarian di sekitar kebun. Mereka kemudian melihat seekor anjing membawa benda yang menyerupai tengkorak manusia.

Temuan tersebut selanjutnya dilaporkan kepada pihak Polsek Marioriwawo. Polisi kemudian mendatangi lokasi bersama tim gabungan Pamapta Polres Soppeng, Inafis Polres Soppeng dan personel Polsek Marioriwawo yang dipimpin Kapolsek Marioriwawo AKP Masudi, S.H.

Petugas langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengamankan tengkorak yang ditemukan untuk kepentingan penyelidikan.

Selain memeriksa sejumlah saksi, polisi juga mengambil sampel DNA dari keluarga Nundu. Sampel yang diambil berupa rambut, darah, dan air liur anak korban untuk nantinya dicocokkan dengan tengkorak yang ditemukan.

Kapolsek Marioriwawo AKP Masudi, S.H., membenarkan adanya penemuan tersebut. Ia mengatakan, tengkorak yang ditemukan telah diamankan di Polres Soppeng untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut secara forensik.

Meski mengarah pada dugaan bahwa tengkorak tersebut merupakan bagian dari jasad Nundu, polisi masih menunggu hasil pemeriksaan DNA untuk memastikan identitasnya.

Nundu diketahui merupakan warga Lingkungan Lalabenteng yang dilaporkan hilang sejak 19 Juli 2026. Sebelumnya, tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD Soppeng, TNI, Polri dan masyarakat telah melakukan pencarian selama beberapa hari di sejumlah lokasi, namun belum menemukan keberadaan korban.

Dengan ditemukannya tengkorak tersebut, pencarian kembali menjadi perhatian. Pihak kepolisian merekomendasikan koordinasi dengan Basarnas dan BPBD Soppeng untuk melakukan pencarian terhadap kemungkinan adanya bagian tubuh lainnya di sekitar lokasi penemuan.

Polisi hingga kini masih melakukan penyelidikan untuk memastikan identitas tengkorak tersebut sekaligus mengungkap kronologi hilangnya Nundu.

Hasil pemeriksaan forensik dan pencocokan DNA nantinya akan menjadi dasar untuk memastikan apakah tengkorak tersebut benar milik lansia yang sebelumnya dilaporkan hilang.  (Daus)

Exit mobile version