HONGKONG, UJUNGJARI.COM — Ada suasana berbeda di sela perhelatan International Conference of the Modernization of Chinese Medicine & Health Products (ICMCM) 2026 di Hong Kong Convention and Exhibition Centre (HKCEC), Hong Kong.
Di tengah pembicaraan ilmiah mengenai modernisasi pengobatan tradisional dan produk kesehatan, buku karya Dokter Koboi, dr. Wachyudi Muchsin, S.Ked., S.H., M.Kes., C.Med., berjudul “Hitam Itu Bukan Sekadar Warna” di luar arena terjadi diskusi ringan.
Perbincangan berlangsung santai dan penuh keakraban di sela rangkaian konferensi. Buku tersebut menarik perhatian karena mengajak pembaca melihat “hitam” bukan semata sebagai warna, melainkan sebagai metafora untuk memahami perjalanan, keteguhan, pengalaman, serta beragam sisi kehidupan manusia yang tidak selalu dapat dinilai dari apa yang terlihat di permukaan.
Turut hadir Horaris Lung dan Mr. Kim Ho. Keduanya memberikan perhatian terhadap gagasan yang dibawa buku tersebut, khususnya cara sebuah warna digunakan sebagai pintu masuk untuk mendiskusikan kehidupan dan kemanusiaan.
Dalam diskusi ringan itu, Horaris Lung melihat tema buku tersebut menarik karena mengajak pembaca tidak terburu-buru menilai sesuatu hanya berdasarkan apa yang tampak.
Sementara Mr. Kim Ho menilai perbincangan mengenai buku di tengah forum ilmiah memberikan perspektif berbeda karena mempertemukan dunia sains dengan refleksi kehidupan.
Bagi Dokter Koboi, buku tersebut lahir dari refleksi atas perjalanan kehidupan dan berbagai perjumpaan dengan manusia dari beragam latar belakang.
Pengalamannya sebagai dokter turut membentuk cara pandangnya bahwa manusia bukan hanya tentang kondisi fisik, tetapi juga memiliki cerita, perjuangan, harapan, kegagalan, dan proses panjang yang membentuk kehidupannya.
“Hitam bukan hanya sekadar warna. Di baliknya ada cerita, keteguhan, perjalanan, dan cara kita memaknai kehidupan. Terkadang sesuatu yang terlihat sederhana justru menyimpan pesan yang jauh lebih dalam,” ujar Dokter Koboi dalam perbincangan tersebut.
Diskusi bersama Horaris Lung dan Mr. Kim Ho semakin menarik ketika percakapan berkembang dari buku menuju hubungan antara sains, kesehatan, budaya, dan kemanusiaan.
Di tengah konferensi yang membicarakan penelitian, modernisasi Chinese medicine, inovasi, dan produk kesehatan, percakapan tersebut menjadi pengingat bahwa perkembangan ilmu pengetahuan pada akhirnya tetap bermuara pada manusia dan kualitas kehidupannya.
Menurut Dokter Koboi, dunia kesehatan dan literasi memiliki titik temu yang kuat. Tenaga kesehatan bertemu manusia dalam berbagai fase kehidupan—ketika sehat, sakit, berharap, berjuang, hingga bangkit kembali.
Pengalaman kemanusiaan tersebut dapat menjadi sumber refleksi sekaligus inspirasi untuk dituangkan melalui tulisan. Karena itu, kehadiran “Hitam Itu Bukan Sekadar Warna” di Hong Kong juga menjadi bagian dari upaya membawa gagasan dan karya literasi Indonesia ke ruang perjumpaan internasional.
Diskusi ringan tersebut akhirnya menjadi salah satu cerita menarik di sela acara ICMCM 2026 Hong Kong. Dari percakapan mengenai obat tradisional, penelitian, dan teknologi kesehatan hingga sebuah buku tentang perjalanan kehidupan, pertemuan di HKCEC menghadirkan ruang bertemunya ilmu pengetahuan, kesehatan, budaya, literasi, dan kemanusiaan sebuah pesan sederhana bahwa hitam memang bukan sekadar warna. (**)
