Site icon Ujung Jari

Dai dan Amal Usaha Jadi Kekuatan Dakwah, Muhammadiyah Makassar Dorong Pengabdian untuk Umat

MAKASSAR,UJUNGJARI.COM — Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Makassar bersama Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Mariso menggelar pengajian rutin bulanan.

Pengajian digelar di Masjid Baiturrahim Bungung Lompoa, Jalan Gagak Nomor 25, Kecamatan Mariso, Kota Makassar, Minggu (16/8/2026).

Pengajian kali ini mengangkat tema “Dai dan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) serta Peran Pengabdian untuk Umat.”

Tema tersebut menjadi perhatian utama dalam kegiatan karena keberadaan AUM dinilai tidak hanya berkaitan dengan pengelolaan lembaga, tetapi juga menjadi bagian penting dari gerakan dakwah dan pengabdian Muhammadiyah kepada masyarakat.

Dalam sambutannya, Ketua PDM Kota Makassar, Dr. H. Darwis Muhdina, M.Ag., mengatakan AUM merupakan salah satu ujung tombak dakwah Muhammadiyah.

Menurutnya, nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan harus tetap menjadi ruh dalam setiap pelayanan yang diberikan kepada masyarakat.

“Amal Usaha Muhammadiyah bukanlah sekadar institusi fisik, melainkan ujung tombak dari dakwah persyarikatan itu sendiri. Kehadiran para dai di tengah-tengah AUM sangat krusial untuk memastikan bahwa roh Al-Islam dan Kemuhammadiyahan senantiasa menjadi ruh penggerak di setiap pelayanan yang kita berikan kepada umat,” kata Dr. Darwis Muhdina.

Terpisah disampaikan, Ketua PCM Mariso, H. Amri Nonci, S.E., selaku tuan rumah menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya pengajian tersebut.

Ia berharap kegiatan rutin itu tidak hanya menjadi ruang menambah wawasan keagamaan, tetapi juga mendorong kader Muhammadiyah untuk menghadirkan manfaat nyata di tengah masyarakat.

“Kami di tingkat Cabang terus berupaya memfasilitasi ruang-ruang pencerahan seperti ini. Harapan kami, melalui pengajian rutin ini, semangat para kader di Mariso dan Kota Makassar pada umumnya semakin terpacu untuk berbuat lebih banyak bagi lingkungan sekitarnya,” ujarnya.

Pengajian tersebut menghadirkan Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan, Dr. Ir. Abd Rakhim Nanda, ST., MT., IPU., serta Wakil Ketua PDM Kota Makassar, KH. Sudirman, S.Ag., sebagai pemateri.

Abd Rakhim Nanda mengatakan tantangan dakwah terus berkembang seiring perubahan zaman.

Karena itu, dai Muhammadiyah dituntut mampu beradaptasi dan menghadirkan dakwah yang menjawab persoalan masyarakat.

“Dai Muhammadiyah masa kini tidak hanya dituntut menguasai mimbar masjid, tetapi juga harus mampu membumikan nilai-nilai Islam melalui tata kelola Amal Usaha yang profesional, berkemajuan, dan berorientasi pada penyelesaian masalah sosial-ekonomi umat,” tegasnya.

Sementara itu, KH Sudirman menyoroti pentingnya memastikan seluruh AUM tetap sejalan dengan maksud dan tujuan Muhammadiyah.

Menurutnya, AUM tidak boleh berjalan sendiri tanpa keterkaitan dengan misi dakwah persyarikatan.

Ia mengatakan Muhammadiyah telah memiliki berbagai pedoman yang dapat menjadi rujukan, termasuk Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah (PHIWM).

“Seluruh Amal Usaha Muhammadiyah harus mendukung dakwah Muhammadiyah. Dalam Muhammadiyah sudah ada petunjuk-petunjuk tentang maksud dan tujuan Muhammadiyah sehingga seluruh amal usaha harus sesuai dengan maksud dan tujuan tersebut, khususnya sesuai yang termaktub dalam Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah,” jelasnya.

Ketua Majelis Tabligh PDM Kota Makassar, Munir Abd. Rahman, S.Ag., S.Pd., turut hadir memberikan dukungan dalam kegiatan tersebut.

Untuk memperluas jangkauan dakwah, panitia juga menyediakan live streaming melalui kanal YouTube resmi Majelis Tabligh PDM Kota Makassar.

Dengan fasilitas tersebut, warga persyarikatan maupun simpatisan yang tidak dapat hadir langsung tetap dapat mengikuti materi pengajian dari tempat masing-masing.

“Alhamdulilah pengajian ini rutin dilakukan oleh majelis tabligh Kerjasama pimpinan cabang se-kota makassar digilir setiap bulan, insyallah bulan depan di PCM Biringkanaya,” tambahnya.

Olehnya itu, Munir berharap bahwa pengajian ini menjadi wadah silaturahim antara muballigh dan seluruh warga, maka dari itu mari kita ramaikan.

“Kegiatan ini diharapkan semakin memperkuat ukhuwah dan semangat fastabiqul khairat di kalangan kader serta simpatisan Muhammadiyah,” harapnya.

Selain itu, AUM diharapkan semakin hadir sebagai ruang pengabdian sekaligus memberikan manfaat nyata dalam menjawab berbagai persoalan keumatan di tengah masyarakat. (rl)

Exit mobile version