MAKASSAR,UJUNGJARI.COM — Tiga siswa madrasah mendapat amanah mengisi posisi strategis dalam Pasukan Pengibar Bendera Pusaka Sulawesi Selatan (Paskibraka Sulsel) pada upacara HUT ke-81 RI tingkat Provinsi Sulsel di Rumah Jabatan (Rujab) Gubernur Sulsel, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Makassar, Senin (17/8/2026).
Tiga anggota Paskibraka Sulsel merupakan siswa madrasah di bawah naungan Kemenag Sulawesi Selatan yang dipercaya menjalankan tugas dalam pengibaran maupun penurunan bendera Merah Putih.
Ghaisan Putra Asrul, siswa MAN 2 Kota Makassar yang tergabung dalam Paskibraka Sulsel 2025. Ia dipercaya sebagai pembentang bendera pada upacara pengibaran Merah Putih tingkat Sulawesi Selatan.
Ghaisan Putra Asrul lahir di Makassar, 3 Mei 2010. Ia merupakan putra pasangan Asrul Makmur dan Andi Supiani.
Sementara itu, posisi pembawa baki pada upacara pengibaran bendera dipercayakan kepada Nindy, siswi MAN 1 Kota Parepare. Nindy lahir di Bili-bili, 22 September 2009. Ia merupakan putri pasangan Rahman dan Asriani.
Adapun pada upacara penurunan bendera Merah Putih, tugas pembawa baki dipercayakan kepada Syahraini, siswi Madrasah Aliyah Putri DDI Mangkoso.
Syahraini lahir di Maros, 15 Desember 2008. Ia merupakan putri pasangan Syamsul Rijal dan Juhria Zain.
Kepal Kanwil Kemenag Sulsel H Ali Yafid mengaku bangga sekaligus terharu menyaksikan siswa madrasah mendapat kepercayaan mengemban tugas penting dalam barisan Paskibraka tingkat Provinsi Sulsel.
Perasaan itu disampaikan Ali Yafid usai membacakan doa pada upacara HUT ke-81 RI tingkat Provinsi Sulsel di Rujab Gubernur Sulsel.
“Jujur, saya sangat terharu sekaligus bangga, menyaksikan anak-anak kami dari madrasah dipercayakan, diamanahkan tugas yang sangat strategis dan tentunya penuh tantangan di barisan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka tingkat provinsi tahun ini,” ujar Ali Yafid.
Ia bersyukur seluruh tugas yang diberikan kepada siswa madrasah tersebut dapat dilaksanakan dengan baik.
“Alhamdulillah, tugas tersebut bisa dilaksanakan dan diselesaikan dengan sebaik-baiknya. Sungguh kebanggaan bagi madrasah kami di Kemenag,” lanjutnya.
Diketahui, pada 2026 sebanyak 92 siswa dari 22 Madrasah Aliyah Negeri (MAN) se-Sulsel berhasil lolos seleksi Paskibraka di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
Dari jumlah tersebut, enam siswa berhasil menembus Paskibraka tingkat Provinsi Sulsel. Sementara 86 siswa lainnya lolos sebagai anggota Paskibraka tingkat kabupaten/kota.
Enam siswa MAN yang lolos Paskibraka tingkat Provinsi Sulsel masing-masing berasal dari MAN 1 Soppeng, MAN Jeneponto, MAN Selayar, MAN 2 Bulukumba, MAN 1 Kota Parepare, dan MAN 2 Kota Makassar.
Menurut Ali Yafid, capaian tersebut menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi siswa madrasah lainnya.
“Pencapaian ini juga membuktikan bahwa siswa-siswi madrasah ‘bisa tonji’, sekaligus menegaskan bahwa pola pendidikan dan pembinaan di madrasah itu paripurna,” pungkasnya.
