Site icon Ujung Jari

Memasuki Tahun Ke-3, Program Desa Binaan UIM Kembangkan Wisata Berkualitas dan Produk Unggulan Desa

MAKASSAR, UJUNGJARI.COM— Program Pemberdayaan Desa Binaan (PDB) Universitas Indonesia Timur bekerjasama dengan Institut Bisnis dan Teknologi Kalla (IBT Kalla) yang didanai Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM) resmi memasuki tahun ketiga pelaksanaan.

Pada tahun ke-3 ini fokus kegiatan mendukung peningkatan kualitas wisata desa dan diversifikasi produk unggulan desa berbasis agroindustri. Kami ingin desa punya daya tarik wisata yang dikelola profesional, dan punya produk yang bisa dijual saat wisatawan datang,” ujar Dr Suardi di lokasi kegiatan, Sabtu (15/8/2026).

Menurutnya, pendekatan yang digunakan adalah wisata integratif berbasis agroindustri. Artinya, sektor pariwisata tidak berdiri sendiri, tetapi terhubung langsung dengan rantai produksi dan pengolahan hasil pertanian warga.

Untuk mewujudkan target tersebut, tahun ini tim PDB menyalurkan sejumlah bantuan sarana prasarana langsung ke desa binaan.

Sektor Wisata Alam: Bantuan unit ATV. Sarana ini diharapkan menjadi daya tarik baru wisata petualangan sekaligus membuka akses ke titik-titik wisata yang selama ini sulit dijangkau.

Sektor Kelompok Wanita Tani (KWT): Penerapan sistem pertanian modern. Bantuan meliputi alat dan pendampingan teknis agar produktivitas meningkat dan hasil panen memiliki standar kualitas.

Sektor UP2K: Bantuan alat-alat pengolahan hasil pertanian. Tujuannya meningkatkan nilai tambah produk desa agar tidak dijual dalam bentuk mentah.

“Bantuan ini bukan sekadar seremonial. Kami dampingi dari hulu ke hilir. Mulai dari produksi, pengolahan, pengemasan, sampai pemasarannya. Harus nyambung dengan wisata,” jelas Dr. Suardi.

Pemerintah Desa dan Kelompok Mitra Dukung PenuhP rogram ini berjalan berkat kolaborasi dengan pemerintah desa dan dua kelompok binaan utama. Kepala Desa M Syair S mengaku sangat program PDB yang digawangi dosen Universitas Islam Makassar dan Institut Bisnis Kalla benar-benar menjawab kebutuhan desa.

“Alhamdulillah, ini tahun ke-3 dan bantuannya makin konkret. ATV ini penting untuk kami. Selama ini wisata alam kami bagus tapi aksesnya terbatas. Dengan adanya ATV, wisatawan bisa keliling dan menikmati potensi desa kami. Harapan saya, PAD desa dan UMKM bisa ikut naik,” kata M. Syair S.

Dari unsur perempuan tani, Ketua Harian KWT menyebut pendampingan pertanian modern sangat membantu. “Dulu kami tanam seadanya, sekarang ada sistemnya, ada alatnya, dan ada pendamping dari dosen dan mahasiswa UIM dan IBT Kalla.

Hal senada disampaikan Ketua UP2K, Nur Aida. Ia mengatakan bantuan alat pengolahan menjadi titik balik bagi kelompoknya. Dr. Suardi menegaskan, target akhir program ini adalah kemandirian. Di akhir tahun ke-3, desa binaan diharapkan sudah memiliki 1 destinasi wisata yang dikelola dengan standar, dan minimal 3 jenis produk unggulan yang punya legalitas dan bisa dipasarkan.

“Kami tidak ingin setelah program selesai, semua berhenti. Makanya dari awal kami libatkan pemerintah desa dan kelompok. Ia menambahkan, keberhasilan program ini juga tidak lepas dari dukungan DPPM Kemendiktisaintek yang konsisten mendanai selama 3 tahun. “Ini bukti bahwa perguruan tinggi harus hadir dan memberi solusi dan berdampak nyata di masyarakat. Bukan hanya di kampus,” tutup Dr. Suardi.

Exit mobile version