Site icon Ujung Jari

Dua Hektare Hutan Pinus Malino Terbakar, Kapolresta Gowa dan Camat Tinggimoncong Imbau Masyarakat Waspada Kekeringan

GOWA, UJUNGJARI.COM — Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali terjadi di wilayah hutan Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa. Pada Rabu (19/8) sore kemarin Karhutla melanda wilayah hutan di bukit Bulu’ Salili, Kelurahan Malino.

Menurut masyarakat yang sejak awal melihat kebakaran hutan, diperkirakan kebakaran mulai terjadi pada pukul 17.35 Wita. Sumberapi belum diketahui, namun diperkirakan kemungkinan besar gesekan kayu ranting yang kering diterpa angin dan panasnya terik matahari.

Meski sumber api masih dalam penyelidikan pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Tinggimoncong, masyarakat bersama tim Damkar, personel Polsek maupun Koramil Tinggimoncong bekerja keras memadamkan api dengan memukulkan ranting berdaun basah ke kobaran api.

Terlihat dari kondisi yang ada, api melalap lantai Bulu’ Salili yang dihiasi rumput liar dan semak belukar yang mengering.

Dari hasil pendataan sementara Polsek maupun Koramil 1409-07 Tinggimoncong diperkirakan api telah merajalela di luasan 2 Ha lebih. Meski demikian, masyarakat setempat bersyukur karena tidak sampai ada korban jiwa manusia maupun hewan ternak.

Disebutkan warga yang ikut melakukan pemadaman dengan alat seadanya, bahwa api muncul kemungkinan karena kondisi alam yang memang rawan kebakaran. Musim kemarau panjang saat ini menghasilkan kekeringan yang cukup tinggi. Sementara angin kencang di atas bukit ikut mendukung. Sehingga dipastikan, api setitik saja bisa melebar cepat karena bantuan angin. Namun masyarakat menunggu hasil penyelidikan pihak Kepolisian.

Camat Tinggimoncong Hikmatullah yang dihubungi Rabu malam mengimbau masyarakat agar tetap waspada di musim. Kemarau dan potensi El Nino saat ini.

“Masyarakat diimbau agar waspada selalu. Utamakan mencegah dengan cara tidak membuang puntung rokok sembarangan saat berada di kawasan yang rawan kebakaran seperti semak dan lainnya. Dan segera melaporkan jika melihat ada titik api dan jika lokasinya terjangkau, segera musnahkan titik api yang masih kecil. Di, lingkungan permukiman juga harus diwaspadai. Jangan membakar sampah apalagi dalam kondisi ada angin. Juga perhatikan kondisi kabel-kabel dalam rumah jika mau bepergian, matikan nyala kompor sebelum pergi dan jangan buang puntung rokok yang masih ada bara sembarangan tempat, apalagi di hutan, ” kata Camat Tinggimoncong.

Hal senada dikatakan Kapolresta Gowa Kombes Pol Muh Yusuf Usman. Kepada media Kamis (20/8) pagi menegaskan agar sedapat mungkin masyarakat mencegah agar tidak sampai terjadi karhutla.

“Musim kemarau dengan kondisi cuaca yang panas dan kering menjadi sangat rentan terjadi kebakaran. Karena itu saya mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian dan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan ini. Jangan membuat kelalaian kecil, seperti membuang puntung rokok atau menyalakan api di area yang kering, dapat memicu kebakaran yang meluas, ” kata Kapolresta mengingatkan.

Dikatakannya, pencegahan karhutla merupakan tanggung jawab bersama. Kapolresta pun mengajak masyarakat dan semua pihak semisal pengunjung wisata dan lainnya untuk peduli lingkungan dengan menjaganya dari kebakaran. Misalnya, pengunjung wisata yang berkemah tidak melakukan kegiatan yang dapat memicu terjadinya kebakaran.

Kapolresta juga mengingatkan kepada masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membuang puntung rokok sembarangan, tidak menyalakan api di kawasan hutan atau lahan kering, serta menghindari pembakaran sampah yang berpotensi menimbulkan api besar.

“Dan jika melihat kebakaran, segera laporkan agar dapat ditangani secepat mungkin. Masyarakat dapat menghubungi Layanan Polri 110. Saya berharap sinergi antara Kepolisian dan masyarakat dapat memperkuat upaya pencegahan karhutla, khususnya selama musim kemarau, demi menjaga keselamatan warga dan kelestarian lingkungan. Ingat, hubungi segera 110 jika melihat ada kebakaran hutan maupun kejahatan lainnya, ” tandas Kombes Pol Muh Yusuf Usman.-

Exit mobile version