Site icon Ujung Jari

Karhutla di Bulu’ Salili Malino Capai 4 Ha, Api Berhasil Dipadamkan Subuh Hari

GOWA, UJUNGJARI.COM — Sekitar 4 Ha lahan hutan di Bulu’ Salili di Lingkungan Karampuang, Kelurahan Malino, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa yang terbakar sejak Rabu (19/8) sekira pukul 17.35 Wita, akhirnya padam juga.

Lahan semak yang menghampar di bukit yang bersambung dengan hutan pinus Malino (destinasi wisata) dan tembus di Jl Pendidikan (arah belakang hutan pinus Malino) di Lingkungan Karampuang tersebut mengalami kebakaran hingga 12 jam lebih.

Namun berkat kegigihan personel gabungan baik dari Damkar Gowa, BPBD, Manggala Agni, Polsek, Koramil, Relawan Masyarakat Peduli Api, aparat pemerintah kelurahan dan masyarakat sekitar, api bisa dipadamkan pada Kamis (20/8) subuh atau pada jam 04.30 Wita.

Terkait Karhutla ini, Camat Tinggimoncong Hikmatullah yang dihubungi Kamis siang mengimbau masyarakat agar tetap waspada di musim kemarau yang berpotensi El Nino saat ini.

“Masyarakat diimbau agar waspada selalu. Utamakan mencegah dengan cara tidak membuang puntung rokok sembarangan saat berada di kawasan yang rawan kebakaran seperti semak dan lainnya. Dan segera melaporkan jika melihat ada titik api dan jika lokasinya terjangkau, segera musnahkan titik api yang masih kecil. Di, lingkungan permukiman juga harus diwaspadai. Jangan membakar sampah apalagi dalam kondisi ada angin. Juga perhatikan kondisi kabel-kabel dalam rumah jika mau bepergian, matikan nyala kompor sebelum pergi dan jangan buang puntung rokok yang masih ada bara sembarangan tempat, apalagi di hutan, ” kata Camat Tinggimoncong.

Dari hasil pendataan pihak Pemcam Tinggimoncong diketahui luasan terbakar kurang lebih 4 Ha (hektare). Semula terdata hanya 2 Ha.

Dikatakan Hikmatullah, lahan yang terbakar tidak semua lahan pinus tapi didominasi lantai hutan yang sarat dengan daun-daun kering pohon, tanaman rumput dan semak yang mengering.

Hal senada dikatakan Kapolresta Gowa Kombes Pol Muh Yusuf Usman. Kepada media Kamis pagi menegaskan agar sedapat mungkin masyarakat mencegah agar tidak sampai terjadi karhutla.

“Musim kemarau dengan kondisi cuaca yang panas dan kering menjadi sangat rentan terjadi kebakaran. Karena itu saya mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian dan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan ini. Jangan membuat kelalaian kecil, seperti membuang puntung rokok atau menyalakan api di area yang kering, dapat memicu kebakaran yang meluas, ” kata Kapolresta mengingatkan.

Dikatakannya, pencegahan karhutla merupakan tanggung jawab bersama. Kapolresta pun mengajak masyarakat dna semua pihak semisal pengunjung wisata dan lainnya untuk peduli lingkungan dengan menjaganya dari kebakaran. Misalnya, pengunjung wisata yang berkemah tidak melakukan kegiatan yang dapat memicu terjadinya kebakaran. Dan segere menghubungi layanan 110 Kepolisian bila melihat ada titik api agar segera diatasi sebelum melebar. –

Exit mobile version