MAKASSAR,UJUNGJARI.COM–Sebanyak 125 peserta Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026 kini sedang menjalankan pengabdian di sejumlah kawasan transmigrasi strategis di Indonesia Timur sebagai bagian dari Program Patriot Transmigrasi yang diinisiasi Kementerian Transmigrasi. Salah satu lokasi pengabdiannya adalah di kawasan transmgrasi di Luwu Timur.
Program ini menjadi model kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam memperkuat pembangunan kawasan transmigrasi melalui pendekatan berbasis ilmu pengetahuan.
Rektor Unhas Prof Jamaluddin Jompa saat melepas tim ekspedisi menegaskan bahwa Program Patriot Transmigrasi merupakan wujud nyata sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah dalam mempercepat pembangunan kawasan.
Menurutnya, para Patriot tidak hanya ditugaskan melakukan penelitian, tetapi juga membangun kolaborasi dengan masyarakat dan pemerintah daerah untuk memetakan potensi wilayah, mengidentifikasi persoalan pembangunan, serta merancang solusi yang sesuai dengan karakteristik lokal.
“Perguruan tinggi tidak boleh hanya menjadi menara gading yang menghasilkan pendidikan dan riset. Ilmu pengetahuan harus hadir di tengah masyarakat, menjadi solusi atas persoalan nyata, serta memberikan dampak bagi pembangunan kawasan,” tegas Prof. JJ.
Ia menambahkan, keterlibatan Universitas Hasanuddin dalam Program Patriot Transmigrasi merupakan implementasi nyata visi Kampus Berdampak, yang menempatkan perguruan tinggi sebagai mitra strategis dalam pembangunan nasional. Melalui kolaborasi lintas disiplin ilmu, berbagai hasil penelitian dan inovasi diharapkan mampu diterjemahkan menjadi solusi yang aplikatif bagi masyarakat.
Para peserta akan mengimplementasikan keahlian sesuai disiplin masing-masing melalui riset, kajian, pendampingan masyarakat, hingga penyusunan rekomendasi yang mampu mengoptimalkan potensi lokal sekaligus menjawab tantangan pembangunan di setiap wilayah.
