Site icon Ujung Jari

Ahmad Sodiq Tersangka, Kemdiktisaintek Tunjuk Prof Ali Rokhman Plt Rektor Unsoed

JAKARTA,UJUNGJARI.COM–Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) mengambil sikap tegas terkait penetapan Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) sebagai tersangka kasus korupsi penerimaan mahasiswa baru oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Selain memberhentikan Sodiq, Kemdiktisaintek juga sudah menunjuk Prof Ali Rokhman sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Rektor Unsoed. Penunjukan Prof Ali sebagai Plt Rektor Unsoed itu disampaikan Plt Sekretaris Jenderal Kemendiktisaintek, Prof Badri Munir Sukoco.

“Bapak Mendiktisaintek telah menetapkan penjabat sementara Rektor Universitas Jenderal Soedirman, yaitu Prof Ali Rokhman, yang nantinya akan memimpin dan memastikan kegiatan Tridharma, baik pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat tetap berjalan sebagaimana mestinya,” kata Badri saat konferensi pers di Gedung Rektorat Unsoed Purwokerto, Minggu (23/7).

Penugasan Prof Ali Rokhman sebagai Plt Rektor Unsoed akan berlangsung dalam rentang waktu 6 bulan hingga 1 tahun. Selama masa tersebut, proses pemilihan rektor definitif akan dijalankan.

“Berlaku antara 6 sampai 1 tahun, tadi sudah kita diskusikan di internal dalam rapat dan juga mengacu pada statuta dari Unsoed maupun peraturan senat yang terkait dengan tata cara pemilihan rektor yang nanti akan dijalankan oleh Plt,” ujarnya.

Badri menambahkan persoalan kepemimpinan di Unsoed untuk sementara telah diselesaikan dengan penunjukan Plt Rektor. Dengan demikian, tidak ada lagi kekosongan kepemimpinan di kampus tersebut.

Ali Rokhman merupakan guru besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Unsoed. Ia bahkan pernah menjadi dekan di fakultas itu periode 2013-2017.

Ali Rokhman juga ikut kontestasi pemilihan rektor Unsoed masa bakti 2026-2030. Ia sempat melaju hingga tahapan akhir pemilihan bersama dua calon lain, yakni Akhmad Sodiq dan Adi Indrayanto.

Dilansir laman resmi Unsoed, Ali Rokhman memeroleh 35 suara. Jumlah tersebut terpaut jauh dibandingkan Akhmad Sodiq dengan 87 suaranya. Sementara itu, calon nomor urut tiga, Adi Indrayanto, tidak memperoleh suara.

Exit mobile version