Site icon Ujung Jari

Gegara Depresi, Tim PKM-RE Univeral Kembangkan Inovasi Penghantaran Eugenol ke Otak

MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Depresi menjadi salah satu permasalahan kesehatan mental yang mendapat perhatian global karena jumlah kasusnya terus menjadi beban bagi masyarakat. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya pengembangan berbagai strategi terapeutik, termasuk eksplorasi senyawa bahan alam dan inovasi sistem penghantaran obat yang dapat meningkatkan efektivitas penghantaran zat aktif menuju target terapi.

Karena tingginya beban depresi di masyarakat mendorong mahasiswa Universitas Almarisah Madani (Univeral) mengembangkan inovasi di bidang penghantaran obat berbasis nanoteknologi.

Inovasi ini digelontorkan melalui Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE) yang didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Republik Indonesia. Tim mahasiswa Farmasi Univeral ini mengembangkan sistem penghantaran eugenol menuju otak melalui rute intranasal sebagai kandidat pendekatan baru dalam terapi depresi.

Berangkat dari permasalahan tersebut, tim PKM-RE Univeral mengembangkan penelitian bertajuk ‘Penghantaran Obat Menuju Otak: Integrasi Pembawa Lipid Nanostruktur dan Hidrogel Termoresponsif-Mukoadhesif untuk Meningkatkan Efektivitas Eugenol sebagai Inovasi Terapi Depresi’.

Dalam penelitian ini, eugenol yang merupakan salah satu senyawa bioaktif dari tanaman cengkeh (Syzygium aromaticum) diformulasikan menggunakan Pembawa Lipid Nanostruktur/Nanostructured Lipid Carrier (NLC). Sistem tersebut kemudian diintegrasikan ke dalam hidrogel termoresponsif-mukoadhesif untuk diberikan melalui rute intranasal.

Pengembangan teknologi tersebut didasarkan pada konsep nose-to-brain delivery, yaitu pendekatan penghantaran zat aktif melalui rongga hidung yang berpotensi memanfaatkan jalur olfaktori dan trigeminal menuju sistem saraf pusat. Pendekatan ini menjadi salah satu strategi yang diteliti untuk mengoptimalkan penghantaran senyawa aktif menuju otak.

“Kasus depresi yang menjadi permasalahan kesehatan global mendorong kami untuk mengeksplorasi pendekatan baru dalam penghantaran kandidat bahan aktif. Kami tidak hanya berfokus pada eugenolnya, tapi juga bagaimana sistem penghantarannya dapat dirancang agar lebih optimal menuju otak,” ujar Arnoel Malisan Palinggi selaku ketua tim pada Rabu (26/8).

NLC dalam penelitian ini berperan sebagai sistem pembawa berukuran nano yang dirancang untuk meningkatkan karakteristik penghantaran eugenol.

Sementara itu, hidrogel termoresponsif-mukoadhesif, kata Arnoel, dikembangkan untuk membantu mempertahankan sediaan pada mukosa hidung sehingga waktu kontak dengan jaringan dapat diperpanjang.

“Integrasi NLC dengan hidrogel termoresponsif-mukoadhesif melalui rute intranasal menjadi bagian penting dari inovasi kami. Kombinasi tersebut diharapkan dapat mendukung penghantaran eugenol secara lebih optimal dan menjadi dasar untuk penelitian lebih lanjut,” lanjut Arnoel.

Eugenol dipilih karena merupakan senyawa yang terdapat pada cengkeh dan memiliki potensi farmakologis yang menarik untuk dieksplorasi. Pemanfaatan bahan alam lokal melalui pendekatan teknologi penghantaran obat juga menjadi salah satu nilai strategis penelitian ini, khususnya dalam mengembangkan inovasi farmasi berbasis sumber daya alam Indonesia.

Tim PKM-RE terdiri atas Arnoel Malisan Palinggi’ sebagai ketua, bersama Natasya, Ekadayanti Patiung, Valentin Edelweis Mangande’ dan Muhammad Rafli Desta Pratama sebagai anggota. Penelitian ini berada di bawah bimbingan Dr apt Radhia Riski.

Penelitian dilaksanakan di laboratorium Univeral dengan dukungan fasilitas penelitian kampus.

Melalui penelitian ini, tim berharap inovasi NLC-eugenol yang diintegrasikan dengan hidrogel termoresponsif-mukoadhesif dapat menjadi langkah awal dalam pengembangan sistem penghantaran obat berbasis nanoteknologi.

Penelitian tersebut juga diharapkan dapat membuka peluang pengembangan lebih lanjut terhadap pemanfaatan eugenol sebagai kandidat terapi serta teknologi nose-to-brain delivery dalam bidang farmasi. –

Exit mobile version