MAKASSAR,UJUNGJARI.COM — Laboratorium Sosiologi-Antropologi FIS-H Universitas Negeri Makassar melaksanakan kegiatan Pemberdayaan Masyarakat bertajuk Peningkatan Kualitas Kemasan dan Pemasaran Abon Ikan Tuna pada Perempuan Nelayan Pulau Lae-lae. Kegiatan ini dilaksanakan bersama mitra, yaitu Kelompok Sinar Harapan Pulau Lae-lae yang dipimpin oleh Ibu Halusu Daeng Puji pada Kamis, 27 Agustus 2026 di Pulau Lae-lae.
Kelompok Sinar Harapan Pulau Lae-lae berdiri sejak tahun 2018 beranggotakan 10 orang perempuan nelayan di Pulau Lae-lae yang aktifitasnya mengolah hasil laut, yaitu membuat Abon Ikan Tuna, Kerupuk Ikan dan Cumi, Tumpi-tumpi, dan lain-lain.
Kerjasama antara dosen-dosen Sosiologi UNM dengan Sinar Harapan Pulau lae-lae bukan kali pertama. Idham Irwansyah, Ketua Tim Pelaksana yang juga Kepala Laboratorium Sosiologi-Antropologi UNM, menjelaskan bahwa “Kegiatan ini adalah tindak lanjut dari kegiatan sebelumnya, di mana pada tahun 2025 kami fokus pada peningkatan produktifitas pembuatan abon ikan tuna melalui pemanfaatan teknologi peniris minyak (spinner).”
Tujuan kegiatan Pemberdaayaan Masyarakat kali ini adalah meningkatkan mutu kemasan dan strategi pemasaran produk abon ikan tuna sehingga memiliki daya saing lebih tinggi di pasar lokal dan regional. Kegiatan dilaksanakan melalui serangkaian pelatihan teknis, yaitu pendampingan pengemasan abon ikan tuna menggunakan standing pouch, praktik pembuatan dan pemanfaatan media sosial serta marketplace.
Kegiatan yang melibatkan dosen dan mahasiswa dari Jurusan Sosiologi-Antropologi UNM sebanyak 5 orang, yaitu Dr. Idham Irwansyah Idrus, S.Sos., M.Pd sebagai ketua Tim Pelaksana dari program Studi Sosiologi, Muh. Rijal,S.Sos., M.Pd dan Muhammad Nur, S.Sos., M.Pd dari Program Studi Pendidikan Sosiologi, serta dua mahasiswa yang bertindak sebagai tim pendukung.
Hasil yang diharapkan dari kegiatan pemberdayaan ini, yaitu produk abon ikan tuna memiliki kemasan lebih aman, menarik, dan layak dipasarkan, serta peningkatan pengetahuan anggota Sinar Harapan Pulau Lae-lae tentang standar pengemasan yang higienis, dan pemasaran digital.
Adapun rencana tindak lanjut, berupa pendampingan pemasaran oleh tim Laboratorium Sosiologi-Antropologi UNM.
“Kami berharap hasil pelatihan ini membuka peluang ekonomi baru bagi perempuan nelayan Pulau Lae-lae melalui produk bernilai tambah yang lebih mudah dipasarkan”, ungkap Idham.
Halusu Daeng Puji menyampaikan apresiasi kepada Tim Pemberdayaan UNM, “kami berterima kasih kepada pak Idham dan Tim yang selama ini mendampingi kami. Anggota sangat antusias. Dengan bimbingan, kami optimis abon ikan tuna buatan kami bisa dikenal lebih luas dan memberikan penghasilan tambahan untuk keluarga.”
