Site icon Ujung Jari

STARLING Hadirkan Ekosistem Perizinan yang Proaktif dan Responsif yang Gerakkan Ekonomi Kerakyatan

MAKASSAR,UJUNGJARI.COM–Sebagai penggerak ekonomi kerakyatan sekaligus aset strategis pemerintah, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam mewujudkan kemandirian ekonomi nasional. Lebih dari 95% industri di Indonesia masuk kategori UMKM, yang menyerap hampir 97% tenaga kerja, serta berkontribusi terhadap 60% Produk Domestik Bruto Indonesia.

Berdasarkan data BPS tahun 2023, di Sulawesi Selatan terdapat 123.926 UMKM, di mana 60.261 (48,62%) bergerak di bidang pangan. Namun demikian yang telah memiliki izin edar BPOM masih sangat rendah baru sekitar 324 pelaku usaha.

Stigma pengurusan izin edar BPOM sulit, lama, dan mahal, serta keterbatasan literasi digital UMKM dalam akses perizinan secara online menjadi tantangan yang harus dijawab pemerintah. Luasnya cakupan sasaran, keterbatasan SDM dan efesiensi anggaran menuntut BBPOM di Makassar menghadirkan layanan yang lebih efektif, efesien dan ramah UMKM.

“Menjawab berbagai tantangan tersebut, BBPOM di Makassar menghadirkan Layanan STARLING (Sertifikasi dan Informasi Keliling) sebagai pengembangan inovasi PEDANG PUANG BASOK. Kebaruan STARLING terletak pada integrasi layanan jemput bola, pendampingan secara hybrid (luring dan daring), serta dukungan hilirisasi riset melalui kolaborasi ABG (Academia-Business-Government) dalam satu ekosistem untuk mendapatkan izin edar BPOM,” kata Kepala BBPOM Makassar, Yosef Dwi Irwan Prakasa Setiawan.

Ia mengatakan izin Edar BPOM sejatinya bukan sekadar kepatuhan administratif untuk menjamin keamanan dan mutu produk, tetapi juga menjadi keunggulan kompetitif yang dapat meningkatkan kepercayaan konsumen, memperluas akses pasar, serta meningkatkan omzet pelaku usaha.

“Melalui STARLING layanan pendampingan izin edar BPOM diberikan secara lebih proaktif, fleksibel, dan sesuai kebutuhan masing-masing sasaran, apakah untuk industri besar, UMKM dan akademisi di perguruan tinggi,” sambungnya.

“Dampak Inovasi STARLING adalah mengerakan ekonomi kerakyatan melalui peningkatan lapangan kerja dan penurunan angka kemiskinan, masyarakat memperoleh produk inovatif hasil riset akademisi serta mendukung mengakselerasi target pertumbuhan ekonomi 8 persen yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto” ungkap Yosef.

“Tentu BBPOM Makassar tidak bisa bekerja sendiri (single player) dalam memberikan dukungan pada UMKM, kami berkolaborasi dengan Pemda, Kantor Pelayanan Pajak, BPJPH, Kementerian Hukum, BUMN, Perguruan Tinggi terkait inovasi dan hilirisasi, perbankan, dll untuk mengatasi tantangan perizinan (NIB, NPWP, Halal, Merk), permodalan dan promosi” lanjutnya.

“Sebagai pendukung STARLING kami juga memberdayakan mahasiswa yang sudah kami latih sebagai fasilitator pendamping UMKM, ini sekaligus menjadi sarana pembelajaran nyata bagi mahasiswa dalam membangun kompetensi dan jiwa kewirausahaan sebagai bekal di masa depan” ungkap Yosef

Menurut Yosef STARLING menunjukkan dampak nyata dalam memperluas akses dan meningkatkan kesadaran UMKM tentang manfaat izin edar BPOM. Pendekatan jemput bola, pendampingan hybrid yang berkelanjutan, pemberdayaan mahasiswa sebagai fasilitator, dan kolaborasi ABG berhasil menggeser pola layanan dari pasif menjadi proaktif, sehingga semakin banyak pelaku usaha yang mengetahui, memahami, dan terdorong mengurus legalitas produknya.

STARLING mampu meningkatan jumlah UMKM yang mengakses dan mengikuti pendampingan, dari 369 UMKM sampai tahun 2025 menjadi 437 UMKM, sampai Juni 2026. Peningkatan pendampingan tersebut berkontribusi terhadap kenaikan izin edar yang diterbitkan, dari 2509 NIE Sampai Tahun 2025 menjadi 3084 NIE sampai Juni 2026 atau meningkat sebesar 122,91 %

Dampak lanjutan STARLING terlihat pada hasil survey pelaku usaha yang telah mendapatkan izin edar BPOM, di mana 94,9% responden menyatakan pendampingan STARLING sangat baik, 100% responden menjawab izin edar BPOM berdampak dalam peningkatan kepercayaan konsumen dan jejaring penjualan, serta 94,9% responden mengalami peningkatan omzet, dan 64,1% mengalami peningkatan jumlah tenaga kerja.

STARLING tidak hanya meningkatkan jumlah layanan dan legalitas, tetapi mengubah legalitas menjadi kepercayaan, akses pasar, pertumbuhan omzet, penciptaan lapangan kerja, dan hilirisasi inovasi riset

“Inovasi STARLING mampu menggerus stigma negatif bahwa pengurusan izin edar BPOM sulit, lama dan mahal, karena sejatinya izin edar BPOM Mudah, Terjangkau dan Terukur,” pungkas Yosef.

Exit mobile version