MAKASSAR, UJUNGJARI. COM — Upaya memperkuat sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Kota Makassar terus didorong melalui kolaborasi lintas sektor. Salah satunya melalui penyelenggaraan Garuda Indonesia Sales Exhibition (GATF GUTF) 2026 yang menghadirkan beragam pilihan perjalanan dan destinasi wisata bagi masyarakat.
Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menghadiri Opening Ceremony GATF GUTF 2026 di Main Atrium Mall Ratu Indah, Jalan Ratulangi, Makassar, Jumat (28/8/2026).
Digelar selama tiga hari, 28–30 Agustus 2026, kegiatan tersebut menjadi momentum bagi Pemerintah Kota Makassar untuk memperkuat sinergi dengan industri penerbangan, agen perjalanan, pelaku pariwisata, hingga sektor ekonomi kreatif.
GATF GUTF 2026 merupakan penyelenggaraan tahun kelima yang digelar secara serentak di tujuh kota besar di Indonesia. Khusus di Makassar, sebanyak 35 booth travel hadir menawarkan berbagai pilihan perjalanan dan paket wisata, termasuk paket perjalanan umrah.
Usai menghadiri pembukaan, Aliyah menyempatkan diri mengunjungi seluruh booth yang berpartisipasi.
Ia berdialog dengan para pelaku usaha perjalanan sekaligus melihat langsung beragam pilihan paket yang ditawarkan kepada masyarakat.
Bagi Aliyah, kehadiran GATF GUTF bukan sekadar ajang promosi perjalanan, tetapi juga menjadi ruang untuk mempertemukan berbagai sektor yang memiliki peran penting dalam menggerakkan industri pariwisata.
Ia menilai, pariwisata dan konektivitas merupakan dua sektor yang tidak dapat dipisahkan. Semakin mudah masyarakat mengakses transportasi, khususnya transportasi udara, semakin besar pula peluang tumbuhnya mobilitas wisatawan dan aktivitas ekonomi di berbagai daerah.
“Pariwisata dan konektivitas merupakan dua hal yang saling berkaitan. Semakin mudah akses transportasi, semakin besar pula peluang masyarakat untuk melakukan perjalanan dan mengenal berbagai destinasi wisata,” ujar Aliyah.
Menurutnya, Makassar memiliki posisi strategis sebagai salah satu kota utama di kawasan Indonesia Timur. Karena itu, penguatan konektivitas menjadi bagian penting dalam membuka akses yang lebih luas, baik bagi wisatawan yang datang ke Makassar maupun masyarakat Makassar yang bepergian ke berbagai daerah.
Aliyah berharap GATF GUTF 2026 tidak hanya memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mendapatkan pilihan perjalanan dengan berbagai penawaran menarik, tetapi juga mampu menciptakan efek berganda bagi perekonomian daerah.
Aktivitas perjalanan, kata dia, memiliki keterkaitan erat dengan banyak sektor lain, mulai dari transportasi, perhotelan, kuliner, perdagangan, hingga ekonomi kreatif.
Dengan demikian, meningkatnya mobilitas wisatawan juga dapat membuka ruang yang lebih besar bagi pelaku usaha lokal.
“Pemerintah tentu sangat mendukung kegiatan yang dapat menggerakkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Kita ingin Makassar semakin terkoneksi dan semakin dikenal sebagai salah satu destinasi wisata dan pintu gerbang perjalanan di Indonesia,” tuturnya.
Pemkot Makassar, lanjut Aliyah, akan terus membuka ruang kolaborasi dengan pelaku industri penerbangan, perjalanan, pariwisata, dan ekonomi kreatif. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk membangun ekosistem pariwisata yang semakin kuat, kompetitif, dan berkelanjutan.
Kehadiran GATF GUTF 2026 di Makassar pun diharapkan tidak berhenti sebagai ajang penjualan tiket dan paket wisata. Lebih jauh, kegiatan ini menjadi ruang promosi destinasi, memperluas jejaring pelaku usaha, sekaligus mendorong perputaran ekonomi di Kota Makassar.
Dengan konektivitas yang semakin kuat dan kolaborasi antarsektor yang terus diperluas, Makassar diharapkan mampu semakin mengukuhkan perannya sebagai simpul perjalanan sekaligus pintu gerbang pariwisata Indonesia Timur. (Rls)
